SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan

UHO Siapkan Beasiswa Kontribusi untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Uho 10 1
Gedung Rektorat UHO. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) menggagas skema baru Beasiswa Kontribusi Mahasiswa UHO untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki motivasi dan prestasi akademik.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan. UHO menyiapkan skema yang memungkinkan mahasiswa penerima memperoleh dukungan pembiayaan, termasuk kemungkinan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dengan imbal balik berupa kontribusi melalui karya maupun kegiatan di lingkungan kampus.

Wakil Rektor Bidang Akademik UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, M.P., mengatakan gagasan tersebut muncul dari pengalaman Plt Rektor UHO Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., selama beberapa bulan menjalankan tugas di UHO.

Menurut Santiaji, dalam beberapa waktu terakhir cukup banyak mahasiswa yang mengajukan permohonan penurunan hingga pembebasan UKT karena terkendala kondisi ekonomi.

“Plt Rektor UHO memiliki satu gagasan baru yang muncul dari pengalaman selama beberapa bulan menjabat di UHO. Selama menjalankan tugas tersebut, banyak mahasiswa yang mengajukan permohonan penurunan, bahkan pembebasan UKT,” ungkapnya, Selasa (25/8/2026).

Dari kondisi tersebut, kata dia, muncul gagasan untuk membuat skema beasiswa khusus yang sementara diberi nama Beasiswa Kontribusi Mahasiswa UHO.

Program tersebut masih dalam tahap awal. UHO akan menyusun pedoman yang mengatur mekanisme, persyaratan, proses rekrutmen, hingga bentuk kontribusi mahasiswa penerima beasiswa.

“Program ini nantinya akan dikaji lebih lanjut, terutama terkait mekanisme, persyaratan, serta bentuk kontribusi yang dapat diberikan oleh mahasiswa penerima,” bebernya.

Santiaji mengatakan beasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi mahasiswa yang benar-benar mengalami kesulitan ekonomi, tetapi tetap memiliki kemampuan dan motivasi untuk menyelesaikan pendidikan.

“Harapannya, mahasiswa yang memang benar-benar tidak mampu secara ekonomi dapat memperoleh bantuan, termasuk kemungkinan pembebasan UKT, dengan tetap memenuhi persyaratan tertentu,” katanya.

Bantuan tersebut akan disertai tanggung jawab. Mahasiswa penerima tidak hanya mendapatkan dukungan pembiayaan, tetapi juga diarahkan menghasilkan karya atau terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi UHO.

“Selain mendapatkan dukungan pembiayaan, mahasiswa penerima juga dapat diberikan tanggung jawab untuk menghasilkan karya atau melaksanakan kegiatan yang memberikan kontribusi bagi UHO,” tuturnya.

Ia menegaskan program tersebut baru pertama kali digagas sehingga belum dapat diterapkan sebelum seluruh mekanismenya ditetapkan.

“Ini baru pertama diluncurkan. Kami akan menyusun pedomannya, selanjutnya mungkin akan ditetapkan oleh rektor bagaimana mekanismenya, perekrutannya, dan seterusnya. Mungkin akan berlaku semester depan,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Rektor UHO Prof. Dr. Khairul Munadi mengatakan Beasiswa Kontribusi Mahasiswa UHO dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki minat, motivasi, dan prestasi akademik.

“Pada prinsipnya program ini ingin memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi memiliki minat, motivasi, dan prestasi akademik yang baik,” tegasnya.

Ia menjelaskan mahasiswa yang belum memperoleh dukungan biaya pendidikan secara memadai dapat dibantu melalui skema tersebut hingga menyelesaikan studinya.

Namun, bantuan itu tidak diberikan tanpa tanggung jawab. Mahasiswa penerima akan memperoleh kesempatan untuk berkontribusi sesuai kebutuhan UHO sekaligus berdasarkan kemampuan dan minat masing-masing.

“Melalui skema ini, mahasiswa yang belum mendapatkan dukungan biaya pendidikan secara memadai dapat memperoleh bantuan untuk menyelesaikan studinya. Di sisi lain, mereka juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi sesuai dengan kebutuhan kampus dan minat yang dimiliki,” katanya.

Bentuk kontribusi mahasiswa, kata Khairul, dapat disesuaikan dengan kebutuhan kampus. Misalnya membantu meningkatkan layanan akademik, memperkuat layanan perpustakaan, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa.

“Bentuk kontribusinya misalnya dapat berupa membantu meningkatkan layanan akademik, memperkuat layanan perpustakaan, maupun terlibat dalam berbagai pekerjaan dan kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan serta minat mahasiswa,” ujarnya.

Khairul mengatakan skema tersebut memiliki dua manfaat sekaligus. Mahasiswa mendapat dukungan untuk menyelesaikan pendidikan, sementara kampus memberikan ruang bagi mereka untuk memperoleh pengalaman bekerja dan melayani.

“Jadi di samping mereka mendapatkan dukungan penyelesaian studi, mereka juga mendapatkan pengalaman bekerja, melayani, dan membentuk karakter. Ada dua sisi yang bisa didapat, termasuk pengalaman kerja yang berharga,” urainya.

UHO juga membuka kemungkinan memberikan sertifikat kepada mahasiswa setelah menyelesaikan masa kontribusinya. Sertifikat tersebut menjadi bentuk pengakuan atas keterlibatan mereka dalam pekerjaan atau pengelolaan kegiatan di lingkungan kampus.

“Ketika mereka selesai, kita bisa kemudian memberikan semacam sertifikat bahwa mereka sudah pernah terlibat dalam pengelolaan ataupun kerja-kerja tertentu yang sesuai dengan minat mereka,” tandas Khairul.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement