SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Pemerintahan

Wali Kota Kendari Tinjau Bayi Stunting dan TB Paru di RSUD, Serahkan Bantuan Langsung

Screenshot 20250331 051533 Facebook
Bayi stunting dan TB paru yang dikunjungi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, meninjau langsung kondisi dua bayi yang tengah menjalani perawatan intensif akibat malnutrisi dan Tuberkulosis Paru (TB Paru) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Sabtu (29/2/2025). Dalam kunjungan tersebut, wali kota menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menanggulangi stunting serta meningkatkan layanan kesehatan bagi anak-anak di Kendari.

Dua bayi yang dikunjungi adalah Bayi Ry dan Bayi Dz, yang masing-masing berusia 9 bulan. Bayi Ry didiagnosis mengalami malnutrisi energi protein (stunting) dengan berat badan hanya 3,2 kg saat pertama kali dirawat. Namun, setelah mendapatkan perawatan medis selama seminggu, berat badannya mengalami peningkatan menjadi 4,2 kg.

Sementara itu, Bayi Dz menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia menderita marasmus-bentuk paling parah dari kekurangan gizi-serta Tuberkulosis Paru. Beruntung, setelah mendapat intervensi medis intensif, kondisinya mulai menunjukkan perkembangan positif.

Saat melihat langsung kondisi bayi-bayi tersebut, Wali Kota Siska Karina Imran tak bisa menyembunyikan rasa empatinya. Ia berbincang dengan keluarga pasien dan memastikan bahwa mereka mendapatkan layanan kesehatan terbaik.

“Saya memahami betapa sulitnya kondisi ini bagi keluarga. Oleh karena itu, pemerintah tidak akan tinggal diam. Kami akan terus memastikan bahwa anak-anak yang mengalami stunting dan penyakit serius lainnya mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, wali kota menyerahkan bantuan langsung sebesar Rp3 juta untuk masing-masing bayi. Ia berharap santunan tersebut bisa sedikit meringankan beban keluarga dalam masa pemulihan anak-anak mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Siska menegaskan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang harus mendapat perhatian serius. Ia mengungkapkan bahwa saat ini angka stunting di Kota Kendari mencapai 2,10 persen, dengan 583 bayi terdampak, tetapi baru 133 bayi yang telah mendapatkan intervensi medis.

“Ini adalah tantangan besar bagi kami, Pemerintah Kota Kendari, Dinas Kesehatan, serta tenaga kesehatan lainnya untuk menurunkan angka stunting di daerah ini. Kami akan terus bekerja keras agar tidak ada lagi anak-anak yang mengalami stunting dan kekurangan gizi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan anak-anak mereka. Menurutnya, pencegahan lebih baik daripada pengobatan, dan deteksi dini sangat penting dalam menangani kasus stunting.

“Saya mengajak seluruh orang tua untuk lebih memperhatikan pertumbuhan anak-anak mereka. Jika ada tanda-tanda anak mengalami stunting atau gangguan kesehatan lainnya, segera laporkan ke petugas kesehatan terdekat agar bisa ditangani sejak dini,” imbuhnya.

Selain itu, Wali Kota Siska juga meminta tenaga medis dan kader kesehatan di setiap kelurahan untuk terus mengidentifikasi dan menangani kasus stunting di berbagai wilayah.

“Jangan menunggu sampai kondisi anak memburuk. Kita harus proaktif dalam menangani permasalahan ini,” paparnya.

Tak hanya itu, Pemkot Kendari juga menggandeng berbagai pihak, termasuk rumah sakit, puskesmas, dan organisasi masyarakat, untuk menekan angka stunting secara lebih efektif.

“Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak agar tidak ada lagi anak-anak Kendari yang mengalami stunting atau penyakit serius akibat kekurangan gizi. Masa depan mereka adalah tanggung jawab kita semua,” tandas Siska Karina Imran.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement