KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dr. Safril Kasim, terpilih menjadi Dekan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030. Hal itu setelah ia memperoleh 11 suara, unggul atas Dr. Nur Arafah yang meraih 7 suara dalam pemilihan dekan di ruang rapat, Jumat (30/10/2026).
Rektor UHO, Prof. Dr. Takdir Saili, M.Si mengatakan, seluruh program yang telah direncanakan dan dijalankan oleh dekan sebelumnya harus tetap dilanjutkan. Keberlanjutan program penting karena seluruh jajaran berada dalam satu institusi dan sistem yang sama.
Kepemimpinan baru dia harapkan tidak mengubah program yang sudah berjalan, melainkan melakukan penyesuaian, percepatan, serta pengembangan terhadap program-program yang dinilai mampu memberdayakan dan meningkatkan prestasi fakultas.
“Selain itu, terdapat penilaian kinerja fakultas yang dilakukan setiap tahun. Untuk itu, dekan terpilih saya harap mampu meningkatkan capaian kinerja melalui berbagai program strategis,” katanya.
Ia menyebut, dekan terpilih harus berkonsultasi dengan dekan periode sebelumnya agar setiap program yang telah direncanakan dapat dilanjutkan secara berkesinambungan.
“Program-program yang sudah disusun oleh rekan periode sebelumnya wajib dilanjutkan. Kita ini berada dalam satu rumah dan sistem yang sama. Jadi, yang perlu dilakukan adalah percepatan dan pengembangan program yang dapat meningkatkan prestasi fakultas,” ucapnya.
Sementara itu, Dekan FHIL UHO terpilih, Dr. Safril Kasim mengungkapkan langkah awal yang akan dia lakukan adalah menginventarisasi berbagai capaian yang telah diraih oleh kepemimpinan sebelumnya.
“Saya akan mengidentifikasi berbagai kekurangan dan kesenjangan yang masih perlu dibenahi, terutama dalam mempersiapkan akreditasi dua program studi,” ungkapnya.
Ia menerangkan, peningkatan akreditasi menjadi salah satu prioritas utama dengan menargetkan kedua program studi tersebut dapat meraih predikat Unggul. Saat ini, kedua prodi masih berstatus akreditasi Baik Sekali atau B.
“Kita juga akan mengupayakan agar ke depan kedua program studi tersebut dapat mencapai akreditasi internasional,” terangnya.
Selain itu, katanya, pengembangan jurnal ilmiah juga menjadi perhatian.
“Saya menargetkan jurnal yang dikelola dapat mencapai peringkat Sinta 4, dengan harapan meningkat hingga Sinta 2 pada akhir masa kepemimpinan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa, kemudian bidang akademik, upaya peningkatan kualitas pembelajaran akan dilakukan melalui penguatan metode project-based learning atau pembelajaran berbasis proyek.
“Melalui pendekatan ini, mahasiswa akan didorong untuk lebih banyak terlibat dalam kegiatan pembelajaran di luar program studi, seperti mengikuti program magang maupun mengerjakan proyek secara langsung,” tandasnya.
Penulis: Arsya

















































Komentar