KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulawesi Tenggara menggelar sosialisasi program Polisi Cilik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 100 Kendari pada Kamis (12/12/2024). Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dan guru, bertujuan untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan etika bermedia sosial.
Dipimpin oleh AKP Muh Basuni, didampingi oleh Aiptu Suherman dan Aipda La Ode Muh Foad sosialisasi ini menyoroti isu-isu krusial yang kerap dihadapi anak-anak, seperti perundungan (bullying), pelecehan seksual, dan bahaya penyalahgunaan media sosial. Dalam paparan yang disampaikan, anak-anak diajarkan untuk mengenali tindakan bullying, memahami dampaknya, dan melaporkan kejadian mencurigakan kepada guru, orang tua, atau pihak berwajib.
“Program Polisi Cilik bertujuan membangun karakter anak sejak dini. Kami ingin anak-anak memahami pentingnya menjaga keamanan, memiliki rasa tanggung jawab, dan bijak dalam menggunakan media sosial,” ujar AKP Muh Basuni.
Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah pendidikan tentang bahaya media sosial jika tidak digunakan dengan bijak. Anak-anak diajarkan untuk menghindari penyebaran informasi palsu (hoaks), menjauhi konten negatif, serta melindungi privasi mereka di dunia maya.
Sosialisasi program Polisi Cilik ini merupakan bagian dari strategi Ditbinmas Polda Sultra dalam mendekatkan kepolisian dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini dirancang untuk membangun kedekatan, sekaligus membentuk generasi yang sadar hukum, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
“Program seperti ini akan terus kami lakukan di berbagai sekolah di Sulawesi Tenggara. Dengan pendidikan sejak dini, kami berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan bermoral,” tutup AKP Muh Basuni.
Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan rasa hormat antar teman. Para siswa diajak berdialog secara interaktif untuk mendalami materi yang disampaikan. Antusiasme mereka terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung.
“Bullying bukan hanya menyakiti fisik, tetapi juga bisa melukai perasaan teman. Kami ingin adik-adik di sini saling mendukung dan menghormati satu sama lain,” kata Aiptu Suherman.
Kepala SDN 100 Kendari mengapresiasi inisiatif Ditbinmas Polda Sultra yang memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter siswa. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern, terutama terkait maraknya kasus bullying dan penyalahgunaan teknologi di kalangan anak-anak.
“Kami berterima kasih kepada Polda Sultra atas kegiatan ini. Anak-anak mendapat banyak pelajaran penting, terutama bagaimana berperilaku baik dan menjaga keamanan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” bebernya.
Para siswa mengaku senang dan termotivasi setelah mengikuti sosialisasi ini. Mereka berjanji untuk menerapkan nilai-nilai yang diajarkan, seperti saling menghargai, melindungi teman, dan menggunakan media sosial dengan bijak.
“Kami diajarkan untuk tidak membully teman dan menggunakan internet dengan hati-hati. Saya juga jadi tahu apa yang harus dilakukan kalau ada orang yang mencurigakan,” ungkap salah satu siswa.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan apresiasi dari pihak sekolah kepada Ditbinmas Polda Sultra. Dengan kolaborasi ini, diharapkan tercipta generasi muda yang lebih peduli terhadap keamanan, baik di dunia nyata maupun digital.
Penulis: Andri


















Komentar