SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan

Ketua Yayasan dan Ketua STIE Enam Enam Sambut Pelantikan Rektor Baru UHO

Rektor uho
Pelantikan Prof Armid sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2025–2029. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pelantikan Prof Armid sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2025–2029 disambut hangat oleh berbagai kalangan, termasuk para tokoh pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Momentum ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun sinergi antarlembaga pendidikan, khususnya di Bumi Anoa.

Salah satu dukungan mengalir dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari. Ketua STIE Enam Enam, Prof Abdul Aziz Muthalib menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Prof Armid yang dinilainya sebagai sosok akademisi dengan visi kuat dan integritas tinggi.

“Kami menyambut pelantikan ini dengan penuh optimisme. Kami meyakini, di bawah kepemimpinan Prof Armid, UHO akan memasuki fase transformasi yang lebih progresif dan terbuka terhadap kolaborasi lintas institusi,” beber Prof Abdul Aziz, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, tantangan dunia pendidikan tinggi ke depan membutuhkan kerja sama yang lebih erat antarperguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Ia menilai pelantikan ini menjadi momentum untuk memperluas ruang kolaborasi, mulai dari inovasi akademik, penelitian terapan, hingga pengabdian masyarakat berbasis potensi lokal.

“Banyak agenda sinergis yang bisa kami lakukan bersama UHO. STIE Enam Enam siap berkontribusi aktif dalam ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berdampak nyata,” tegasnya.

Pelantikan Prof Armid digelar di Graha Diktisaintek, Lantai 2 Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Jakarta, Jumat (1/8/2025) pukul 13.00 WIB. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri para pejabat kementerian, pimpinan perguruan tinggi, serta tokoh akademik nasional.

Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sebagaimana tertuang dalam surat resmi bernomor 1495/A.A3/HM.00.08/2025.

Dukungan serupa juga datang dari Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar. Ia menaruh harapan besar bahwa Prof Armid mampu menjembatani lahirnya kerja sama strategis antara UHO dan institusi pendidikan swasta di Sultra.

“Kami percaya kepemimpinan Prof. Armid akan membawa semangat kolaborasi yang kuat, mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan tinggi yang lebih integratif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ichsanuddin menambahkan, Yayasan Enam Enam siap membuka ruang kerja sama dalam berbagai bentuk, termasuk program pengembangan kapasitas dosen, pertukaran akademik, hingga riset kolaboratif yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah.

“Pendidikan tinggi tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Saatnya membangun jembatan-jembatan sinergi yang kokoh demi masa depan Sultra yang lebih cerdas dan berdaya saing,” imbuhnya.

Pelantikan Prof Armid juga sebagai simbol regenerasi kepemimpinan akademik yang adaptif terhadap dinamika zaman. Dengan rekam jejak akademik dan pengalaman internasional yang kuat, Prof Armid diharapkan mampu membawa UHO menembus batas-batas baru sebagai pusat unggulan pendidikan, riset, dan inovasi di kawasan timur Indonesia.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement