SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan

Ketua DPRD La Ode Tariala: Ilmu Tak Berhenti Wisuda, Harus Jadi Berkah untuk Masyarakat

Tariala 2
Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala saat memberikan keterangan. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tariala, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Wisuda ke-XVII sekaligus Dies Natalis ke-XXIV Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Bina Bangsa Kendari.

Sebanyak 275 mahasiswa dan mahasiswi resmi dikukuhkan sebagai lulusan baru, menandai keberhasilan mereka menempuh perjalanan akademik yang penuh perjuangan.

La Ode Tariala menyebut, capaian tersebut bukan hal yang instan, melainkan buah dari dedikasi, kerja keras, dan sinergi seluruh civitas akademika STIMIK Bina Bangsa Kendari, mulai dari pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan.

“Wisuda ke-XVII dan Dies Natalis ke-XXIV ini adalah bukti nyata dari semangat dan kerja keras seluruh keluarga besar STIMIK Bina Bangsa. Keberhasilan ini tidak hanya milik mahasiswa, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Sultra,” bebernya (6/10/2025).

Menurutnya, dunia pendidikan tinggi kini tidak lagi hanya berorientasi pada pencapaian akademik, melainkan juga harus menumbuhkan karakter, etika, dan semangat pengabdian. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah seharusnya menjadi energi perubahan dan berkah nyata bagi masyarakat.

“Ilmu tidak berhenti di ruang kuliah atau di atas panggung wisuda. Ilmu itu akan bermakna ketika digunakan untuk membantu sesama, menjadi solusi bagi masyarakat, dan membawa manfaat bagi daerah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan guru itu menyampaikan rasa bangga terhadap kiprah STIMIK Bina Bangsa yang telah berkontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi informasi dan manajemen.

Menurutnya, eksistensi kampus ini selama dua dekade lebih menjadi bukti kesungguhan lembaga tersebut dalam menjawab tantangan zaman.

“Dies Natalis ke-24 ini harus menjadi momentum untuk terus berbenah, memperkuat kualitas kurikulum, memperluas jejaring dengan dunia industri, dan memastikan lulusan memiliki daya saing yang tinggi,” jelasnya.

Kemudian ia menjelaskan pendidikan teknologi menjadi salah satu kunci penggerak transformasi ekonomi daerah, terutama di tengah percepatan digitalisasi pelayanan publik dan sektor usaha. Ia berharap STIMIK Bina Bangsa dapat menjadi pusat inovasi digital di kawasan timur Indonesia.

“Kita berharap lulusan STIMIK Bina Bangsa bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja, pelopor inovasi digital, dan agen perubahan di Sulra,” tegasnya.

Dengan demikian, La Ode Tariala berharap agar para wisudawan dapat menjaga nama baik. Jadilah insan yang rendah hati, berintegritas, dan terus belajar.

“Gelar sarjana bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk berbuat lebih besar bagi masyarakat dan daerah,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement