SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesehatan

HUT ke-2 KARTANA, Ratusan Warga Ikut Pelatihan Penanganan Luka Bakar

Kartana
Pose bersama usai dilaksanakan pelatihan penanganan luka bakar. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA) menandai hari jadinya yang ke-2 dengan cara yang tak biasa. Organisasi relawan ini menggelar pelatihan penanganan awal luka bakar yang diikuti lebih dari 200 peserta.

Kegiatan yang berlangsung pada 2 April 2026 ini mempertemukan berbagai elemen, mulai dari masyarakat umum, relawan, organisasi kemanusiaan, hingga perwakilan lembaga teknis dan pemerintah daerah.

Komandan KARTANA, Muhammad Matin Adhiddia, menyebut tema luka bakar dipilih sebagai bentuk refleksi atas berbagai peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Kendari. Ia menekankan pentingnya kesiapan sebelum bencana datang.

“Kesiapsiagaan tidak dimulai saat bencana terjadi, tetapi jauh sebelumnya dengan ilmu dan keterampilan yang kita miliki,” jelasnya, Jumat (3/4/2026).

Ia bahkan mengutip lirik lagu Sedia Aku Sebelum Hujan karya Idgitaf, yang kemudian dimodifikasi menjadi pesan kebencanaan.

“Sedia ilmu penanganan awal luka bakar sebelum hujan. Artinya, kita harus mempersiapkan diri sebelum risiko itu benar-benar datang,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, KARTANA juga menyerahkan secara simbolis satu unit motor rescue trail sebagai tambahan sarana operasional di lapangan.

“Ini komitmen kami untuk terus hadir dan siap membantu masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu Wali Kota Kendari yang diwakili Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah KARTANA yang dinilai mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

“Upaya seperti ini sangat penting untuk membangun masyarakat yang tangguh bencana. Keterlibatan lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang efektif,” urainya.

Pelatihan menghadirkan dokter spesialis bedah, dr. Alim Al Fath Rianse, yang memaparkan penanganan awal luka bakar secara komprehensif mulai dari klasifikasi luka, prinsip pertolongan pertama, hingga tindakan yang harus dihindari.

“Kesalahan penanganan awal justru bisa memperparah kondisi korban. Karena itu, masyarakat perlu memahami langkah-langkah dasar yang benar sebelum mendapatkan penanganan lanjutan,” tandasnya.

Rilis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement