SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesehatan Pemerintahan

Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak Oputa Yi Koo Kini Operasikan MRI

Rs 2
Gedung RSJPDO Oputa Yi Koo di Kendari, Sultra. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) perlahan menutup celah dalam layanan kesehatannya. Setelah lama bergantung pada kota lain untuk pemeriksaan canggih, kini Magnetic Resonance Imaging (MRI) mulai beroperasi di Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, menegaskan bahwa kehadiran MRI di RSJPDO merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis teknologi.

“Selama ini masyarakat kita harus ke Makassar bahkan Jakarta hanya untuk pemeriksaan MRI. Sekarang, layanan itu sudah tersedia di daerah sendiri, dengan teknologi yang tidak kalah,” ungkapnya, Selasa (21/4/2026).

Menurut dia, keberadaan fasilitas MRI akan memangkas waktu tunggu diagnosis sekaligus mempercepat penanganan pasien, terutama untuk kasus-kasus kritis seperti gangguan jantung, pembuluh darah, dan otak.

“Dalam banyak kasus, kecepatan diagnosis itu menentukan keselamatan pasien. Dengan MRI ini, dokter bisa mendapatkan gambaran yang jauh lebih detail untuk mengambil keputusan medis,” paparnya.

MRI tambahnya dikenal sebagai salah satu teknologi pencitraan paling presisi dalam dunia medis. Alat ini mampu menampilkan struktur organ dalam tubuh secara rinci tanpa paparan radiasi seperti pada CT scan. Di RSJPDO Oputa Yi Koo, perangkat ini difokuskan untuk mendukung penanganan penyakit kardiovaskular dan neurologi. Dua kelompok penyakit dengan angka kasus yang terus meningkat.

Andi Syahrir menjelaskan, keunggulan fasilitas ini tidak hanya terletak pada akurasi, tetapi juga pada efisiensi layanan secara keseluruhan.

“Selain hasil yang lebih akurat, proses pemeriksaan juga dirancang lebih cepat dan nyaman. Tenaga medisnya sudah tersertifikasi, sehingga standar pelayanannya terjaga,” jelasnya.

Selanjutnya efisiensi biaya bagi pasien. Selama ini, rujukan ke luar daerah berarti tambahan beban akomodasi, transportasi, hingga waktu tunggu yang panjang.

“Sekarang keluarga pasien tidak perlu lagi memikirkan biaya perjalanan dan penginapan di luar daerah. Semua bisa ditangani di Kendari,” tandasnya.

Penulis: Kadamu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement