SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan

476 Mahasiswa STIE Enam Enam Kendari Diterjunkan ke 115 Lokasi KKL

Stie 1
Ratusan Mahasiswa STIE Enam-Enam Kendari saat diterjunkan ke 115 Lokasi KKL, Selasa (11/8/2026). Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari melepas 476 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026, Senin (10/8/2026). Ratusan mahasiswa itu akan menjalani kegiatan lapangan di 115 lokasi.

Peserta KKL terdiri atas 338 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen dan 138 mahasiswa S1 Akuntansi. Mereka akan ditempatkan di berbagai lokasi untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menjalani proses perkuliahan.

Wakil Ketua I STIE Enam Enam Kendari, Muhammad Nur mengatakan KKL menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kuliah. Setelah menjalani pembelajaran selama kurang lebih tiga tahun, mahasiswa perlu menguji pengetahuan tersebut melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Mahasiswa telah menjalani kurang lebih tiga tahun proses pembelajaran di kampus. Melalui KKL ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh di ruang perkuliahan secara langsung di lapangan,” ungkapnya.

Ia mengatakan pengalaman di lapangan dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana sebuah organisasi atau institusi bekerja. Mahasiswa juga dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menyelesaikan persoalan, serta berkomunikasi dengan berbagai pihak.

“KKL bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kewajiban akademik. Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar menghadapi kondisi nyata di lapangan, memahami dinamika dunia kerja, dan mengembangkan kemampuan yang tidak semuanya bisa diperoleh di dalam kelas,” katanya.

Menurut Muhammad Nur, pelaksanaan KKL juga menjadi bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan tersebut mempertemukan proses pendidikan di kampus dengan kebutuhan masyarakat, instansi, dan dunia kerja.

Karena itu, ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa KKL untuk membangun pengalaman sekaligus menunjukkan kemampuan akademik dan profesional yang telah mereka miliki.

Namun, Muhammad Nur mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan etika selama berada di lokasi KKL. Sebagai peserta yang membawa nama perguruan tinggi, setiap perilaku mahasiswa akan ikut menentukan citra STIE Enam Enam Kendari di tengah masyarakat maupun instansi tempat mereka ditempatkan.

“Di lokasi KKL, mahasiswa harus menunjukkan karakter yang baik karena membawa nama STIE Enam Enam Kendari. Jaga sikap, etika, dan tunjukkan kemampuan yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di kampus,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia meminta mahasiswa menjaga kedisiplinan dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Kemampuan beradaptasi, bekerja sama, serta menjaga komunikasi dengan pihak lokasi KKL dinilai menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

Dengan 476 mahasiswa yang tersebar di 115 lokasi, STIE Enam Enam Kendari berharap pelaksanaan KKL 2026 tidak hanya menghasilkan pengalaman kerja bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi instansi maupun lingkungan tempat mereka menjalankan kegiatan.

KKL tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Penguasaan teori yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan dapat berjalan beriringan dengan keterampilan praktis, pengalaman lapangan, integritas, dan kemampuan profesional.

“Manfaatkan KKL ini sebaik mungkin. Jadikan setiap pengalaman di lapangan sebagai proses untuk belajar, membangun jaringan, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” tandas Muhammad Nur.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement