SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Salurkan Bantuan Beras CBP 2025, Wali Kota Kendari Ajak Warga Tanam Cabai di Pekarangan

Ski 3
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menyalurkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah kepada masyarakat. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menyalurkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 2025 kepada warga Kecamatan Mandonga, Kamis (17/7/2025), sebagai upaya menjaga stabilitas pangan di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.

Penyaluran bantuan dilakukan di Aula Kantor Lurah Korumba, dan disambut antusias ratusan warga penerima manfaat. Dalam sambutannya, Wali Kota Siska tak hanya menegaskan komitmen pemerintah hadir di tengah masyarakat, tapi juga mengajak warga untuk memulai gerakan urban farming secara mandiri dari pekarangan rumah masing-masing.

“Saya mengajak ibu-ibu di rumah mulai menanam. Tidak perlu lahan luas. Cukup pakai pot, polybag, atau sedikit tanah di halaman depan rumah. Tanam cabai, tomat, kangkung. Yang penting dimulai,” ungkapnya.

Menurutnya, kebiasaan menanam tidak hanya meringankan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha skala kecil jika hasil panen berlebih.

“Cabai dan tomat sekarang mahal. Kalau tanam sendiri bisa hemat. Kalau banyak bisa dijual. Di Kendari ini siapa sih yang tidak makan lombok,” paparnya.

Lebih dari itu, Siska Karina Imran juga menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, ia sendiri turut memberi contoh langsung.

“Saya pun di rumah menanam. Saya ingin masyarakat Kendari terbiasa dengan kemandirian pangan. Tidak harus menunggu bantuan,” katanya.

Ia menjelaskan, gerakan kemandirian pangan rumah tangga penting sebagai penyangga utama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan fluktuasi harga bahan pokok. Karena itu, ia berharap agar gerakan ini bisa menjadi kesadaran kolektif warga kota.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Siska juga menegaskan peran pemerintah dalam memastikan bahwa setiap warga mendapat perhatian, terutama di masa sulit seperti sekarang. Ia mendorong partisipasi warga untuk aktif menyampaikan masalah ke pemerintah.

“Kalau ada masalah, sampaikan ke lurah atau camat. Jangan diam. Kalau lurah dan camat tidak dengar, sampaikan juga ke kami. Kita akan evaluasi, bahkan ganti,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement