KONSEL, TERASSULTRA.COM – Harapan warga Desa Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk mendapatkan akses air bersih akhirnya terwujud. PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) merealisasikan program pembangunan sumur bor di lebih dari 20 titik, yang kini menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan air masyarakat setempat.
Program ini hadir sebagai jawaban atas persoalan klasik di wilayah pesisir yang kerap kesulitan memperoleh air bersih. Dengan sumur bor berkedalaman rata-rata 57 meter dan pengerjaan sekitar tujuh hari per titik, kualitas air yang dihasilkan dinilai layak untuk kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan produktif lainnya.
Salah seorang warga Torobulu, Harding, mengaku lega dengan hadirnya fasilitas tersebut.
“Selama ini warga sangat kesusahan mendapatkan air bersih, apalagi di musim kemarau. Kami harus jalan jauh atau menunggu pasokan air dari luar. Sekarang, berkat PT WIN, sudah ada lebih dari 20 titik sumur bor di desa kami. Airnya jernih, mudah diakses, dan bisa dipakai sehari-hari. Ini benar-benar meringankan beban masyarakat,” ungkapnya, Senin (15/9/2025).
Kemudian ia menilai inisiatif PT WIN merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat lingkar tambang.
“Kami bersyukur dan mengapresiasi setinggi-tingginya. Bantuan ini bukan sekadar CSR, tapi kebutuhan pokok kami yang langsung dijawab. Kehadiran sumur bor membuat hidup lebih mudah, anak-anak bisa mandi dan sekolah dengan tenang, petani bisa mengairi lahannya. Ini manfaat yang benar-benar dirasakan,” tuturnya.
Tak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, keberadaan sumur bor juga membuka peluang baru di sektor pertanian. Air yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi tambahan, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
PT Wijaya Inti Nusantara menegaskan program penyediaan akses air bersih ini merupakan komitmen jangka panjang. Bukan hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai upaya antisipasi terhadap risiko krisis air bersih akibat perubahan iklim.
Penulis: Andri


















Komentar