BUTENG, TERASSULTRA.COM – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026 tinggal sebulan lagi. Namun, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) justru belum memiliki kepemimpinan definitif di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Kekosongan tersebut mengancam koordinasi dan kesiapan kontingen Buteng menghadapi pesta olahraga yang dijadwalkan berlangsung di Kota Kendari pada 6-12 Desember 2026.
Kondisi itu mendapat sorotan dari Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Buton Tengah. Mereka mendesak agar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Buteng periode 2026-2030 segera digelar untuk menetapkan kepengurusan baru.
Sekretaris sekaligus Kepala Pelatih Taekwondo Buteng, Ahmad Zaini, mengatakan kekosongan kepemimpinan KONI tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. KONI memiliki peran penting dalam mengoordinasikan seluruh cabang olahraga, termasuk memastikan kebutuhan atlet dan pelatih menjelang Porprov terpenuhi.
“Jangan sampai atlet yang sudah berjuang keras melalui latihan dan pengorbanan justru harus menghadapi ketidakpastian akibat persoalan organisasi. Kepentingan atlet dan nama baik Kabupaten Buton Tengah harus menjadi prioritas bersama,” jelansya, Kamis, 5 November 2026.
Menurut Pengkab TI Buteng tambahnya, penundaan Musorkablub berpotensi menimbulkan lima persoalan serius.
Pertama, koordinasi antara KONI dan seluruh cabang olahraga terhambat. Kedua, pengambilan keputusan strategis terkait kebutuhan atlet, pelatih, dan administrasi kontingen berisiko terlambat.
Ketiga, persiapan atlet terganggu karena belum adanya kepastian program latihan, pemusatan latihan atau training center (TC), serta dukungan fasilitas. Keempat, koordinasi anggaran dan pertanggungjawaban pendanaan cabang olahraga berpotensi tersendat.
Kelima, ketidakpastian organisasi dapat menggerus kepercayaan dan semangat atlet maupun pelatih yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Untuk itu, Pengkab TI Buteng kata Ahmad Zaini meminta Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, KONI Provinsi Sultra, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga segera mengambil langkah konkret. Musorkablub tidak bisa lagi ditunda karena waktu persiapan menuju Porprov semakin terbatas.
Musorkablub, lanjutnya, bukan hanya agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut menjadi jalan untuk memastikan KONI Buteng kembali memiliki kepemimpinan definitif yang mampu mengoordinasikan seluruh cabang olahraga dan mengawal persiapan kontingen.
“Dengan waktu yang terus berjalan, setiap keterlambatan organisasi akan mempertaruhkan nasib prestasi dan nama baik Kabupaten Buton Tengah di panggung Porprov Sultra XV 2026,” tandas Ahmad Zaini.
Penulis: Arsya

















































Komentar