SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Daerah

Perkuat Pengamanan Unjuk Rasa, Brimob Batalyon C Pelopor Diterjunkan BKO ke Polres Kolaka

Brimob
Brimob Batalyon C Pelopor Diterjunkan BKO ke Polres Kolaka. Foto Andri

KOLAKA, TERASSULTRA.COM – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), puluhan personel Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Batalyon C Pelopor dikerahkan ke Kabupaten Kolaka.

Mereka ditugaskan sebagai pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk mendukung pengamanan wilayah hukum Polres Kolaka, khususnya dalam mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa.

Pengiriman pasukan Brimob ini berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/1109/VIII/PAM.3.3./2025 tertanggal 6 Agustus 2025. Sebelum diberangkatkan, para personel mengikuti apel pengecekan dan pengarahan yang dipimpin langsung oleh Komandan Kompi Penanganan Huru Hara (PHH) Batalyon C Pelopor, IPTU Muhammad Noor.

“Kita pastikan seluruh anggota siap secara fisik, mental, dan perlengkapan. Tidak ada yang membawa senjata tajam atau senjata api kecuali yang ditugaskan secara khusus,” tegas IPTU Noor saat memimpin apel di Mako Batalyon C Pelopor, Rabu (6/8/2025).

Usai pengecekan, personel gabungan dari Kompi PHH dan Detasemen 45 Anti Anarkis langsung bergerak menuju Markas Polres Kolaka sebagai posko komando pengamanan.

Komandan Batalyon C Pelopor, KOMPOL Bahtiar menjelaskan bahwa pengiriman pasukan ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap jajaran Polres Kolaka dalam menjaga situasi yang kondusif di tengah dinamika sosial yang berkembang.

“Ini adalah bagian dari sinergi internal Polri. Kehadiran Brimob bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan pengamanan berjalan sesuai prosedur yang berlaku,” ungkap Bahtiar.

Ia juga menekankan bahwa seluruh personel harus menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dan bertindak secara humanis dalam menghadapi massa aksi, namun tetap siaga terhadap setiap potensi gangguan.

“Kami tegaskan, tidak ada ruang bagi tindakan yang melanggar aturan. Personel harus disiplin, tidak terpancing provokasi, dan menjaga nama baik kesatuan. Ingat, kita hadir untuk menjaga, bukan memancing kegaduhan,” imbuhnya.

Menurutnya, BKO ini tidak hanya berfungsi sebagai back up dalam skenario eskalasi aksi, namun juga menjadi bagian dari patroli preventif guna memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum atau ancaman ketertiban di tengah masyarakat.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement