SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari Pendidikan

Pemkot Kendari Perkuat Penanganan Kekerasan Anak di Satuan Pendidikan

Nisnawati 6
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati saat memberikan sambutan dalam pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan yang digelar DP3A Kota Kendari, Rabu (19/8/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperkuat sistem perlindungan anak dengan meningkatkan kapasitas lembaga penyedia layanan dalam menangani kasus kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Penguatan itu dilakukan melalui Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan Kota Kendari Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari di Hotel D’Blitz Kendari, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati. Pelatihan diikuti para pihak yang terlibat dalam penyediaan layanan perlindungan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus.

Nismawati mengatakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kasus kekerasan terhadap anak ditangani secara tepat dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi korban.

“Penanganan kasus kekerasan terhadap anak harus dilakukan secara tepat, cepat, terpadu, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak,” ungkapnya.

Persoalan kekerasan terhadap anak tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, satuan pendidikan, lembaga layanan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dan koordinasi antarlembaga. Pemerintah, lembaga penyedia layanan, satuan pendidikan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya perlu membangun kolaborasi yang kuat,” tegasnya.

Nismawati menegaskan, anak yang mengalami kekerasan maupun berada dalam kondisi khusus harus mendapatkan perlindungan dan pendampingan secara optimal.

“Setiap anak yang menghadapi persoalan kekerasan maupun kondisi khusus harus memperoleh perlindungan dan pendampingan secara optimal,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat pembekalan mengenai manajemen kasus serta prosedur penanganan kekerasan terhadap anak di satuan pendidikan. Materi diarahkan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengenali, merespons, menangani hingga memberikan pendampingan sesuai kebutuhan korban.

Nismawati berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pemahaman, tetapi dapat diterapkan ketika peserta menghadapi kasus di lapangan.

“Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mendorong lembaga penyedia layanan menjadi semakin profesional dan responsif dalam menangani berbagai persoalan anak,” bebernya.

Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar penanganan kasus tidak berjalan sendiri-sendiri. Sistem perlindungan anak harus mampu memastikan korban mendapatkan layanan yang terintegrasi sejak kasus ditemukan hingga proses pendampingan.

“Koordinasi yang semakin baik diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan yang terpadu sehingga anak merasa aman, nyaman, dan terlindungi, baik di lingkungan pendidikan maupun di masyarakat,” tuturnya.

Pemkot Kendari, lanjut dia, akan terus memperkuat program perlindungan anak melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sinergi lintas sektor.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kendari dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman sekaligus memastikan hak anak tetap terpenuhi dan terlindungi.

“Harapan kita, Kota Kendari dapat terus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak, serta mampu memastikan hak-hak anak terpenuhi dan terlindungi secara optimal,” tandas Nisnawati.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement