KENDARI, TERASSULTRA.COM – Mewakili Pemkot Kendari, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati menegaskan penataan kawasan Anjungan Tambat Labuh Teluk Kendari dan Kendari Beach harus mengedepankan nilai estetika, kelestarian lingkungan, serta kearifan lokal agar mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang berdaya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Nismawati saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Bidang Aspek Ekonomi dan Pembangunan Anjungan Tambat Labuh Teluk Kendari dan Kendari Beach Tahun 2026 di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kendari, Selasa (30/6/2026).
Menurut Nismawati, Teluk Kendari memiliki karakteristik geografis yang menjadi keunggulan dibandingkan banyak daerah lain. Namun, potensi itu tidak akan berkembang optimal tanpa penataan kawasan yang terencana.
“Teluk Kendari memiliki keunikan yang jarang dimiliki daerah lain. Namun, potensi itu harus didukung penataan yang estetis, tetap memperhatikan lingkungan, dan menghormati kearifan lokal,” ungkapnya.
Penelitian tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun arah pembangunan kawasan pesisir agar sejalan dengan kebijakan tata ruang sekaligus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kajian ini penting untuk menyelaraskan pembangunan dengan RTRW dan RDTR, sekaligus mengantisipasi dampak lingkungan di masa depan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Risna, menjelaskan penelitian dilakukan untuk memetakan kondisi, potensi, serta tantangan pengembangan kawasan Anjungan Tambat Labuh Teluk Kendari dan Kendari Beach dari sisi ekonomi dan pembangunan.
Wilayah kajian mencakup empat kelurahan di Kecamatan Kendari Barat, yakni Lahundape, Punggaloba, Tipulu, dan Watu-watu.
Penyusunan dokumen penelitian mengacu pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Kendari.
Berdasarkan hasil kajian kata Risna, tim peneliti merekomendasikan penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pesisir melalui penyaluran subsidi bahan bakar bagi nelayan dan modernisasi sistem tata niaga berbasis digital.
Kemudian, pihaknya mendorong pengembangan produk kuliner khas daerah, seperti sinonggi, ikan asap, dan lapa-lapa, sebagai komoditas unggulan sektor pariwisata.
Di bidang infrastruktur, kajian merekomendasikan revitalisasi jaringan transportasi darat yang terintegrasi dengan pelabuhan dan pasar modern. Selain itu, Kota Kendari juga didorong memperkuat strategi creative branding sebagai Waterfront City yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Penulis: Andri


















Komentar