SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemkot Kendari

Optimalkan Pekarangan Warga, Camat Puuwatu Libatkan RT/RW dan Lurah Benahi Titik Pantau Kota Sehat 2025

Camat 4
Camat Puuwatu, Sainul Latief saat memelihara ikan dengan memanfaatkan pekarangan titik pantau Kota Sehat 2025 di Kelurahan Lalodati. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dalam rangka menyongsong verifikasi Kota Sehat 2025, Pemerintah Kecamatan Puuwatu terus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan produktif.

Salah satu langkah yang dilakukan dengan menggerakkan lurah, RT/RW, serta dasawisma untuk melakukan aksi bersih-bersih dan penataan pekarangan di titik pantau program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Sabtu (12/7/2025), di Kelurahan Lalodati.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Puuwatu, Sainul Latief, yang dikenal aktif menggerakkan partisipasi masyarakat sejak masih menjabat sebagai Lurah Puuwatu. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan warga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang harus dibangun secara kolektif.

IMG 20250712 WA0048

Camat Puuwatu, Sainul Latief saat pose bersama dengan warga usai melakukan pembersihan dan pembenahan titik pantau Kota Sehat 2025. Foto Andri

“B2SA ini bukan program sesaat atau hanya mengejar penilaian. Ini tentang mengubah pola pikir dan kebiasaan warga agar lebih sehat, mandiri, dan produktif. Pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam toga, cabai, tomat, bahkan sayur-sayuran yang menunjang gizi keluarga,” ujar Sainul Latief.

Ia menambahkan bahwa kondisi geografis di Kelurahan Lalodati sangat mendukung, karena masih memiliki lahan pekarangan yang luas dan potensial untuk dikelola secara produktif.

“Ketika harga komoditas seperti cabai dan tomat melonjak, keberadaan tanaman pangan di pekarangan warga bisa sangat membantu, minimal untuk konsumsi sendiri. Ini bentuk ketahanan pangan keluarga sekaligus penghematan,” jelas mantan jurnalis itu.

IMG 20250712 WA0047

Warga memanfaatkan pekarangan titik pantau Kota Sehat 2025 dengan menanam ubi kayu. Foto Andri

Aksi bersih dan pembenahan lingkungan ini dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk perangkat kelurahan, kader dasawisma, hingga tokoh lingkungan. Fokus kegiatan tak hanya pada penanaman, tapi juga penataan lingkungan agar layak sebagai titik pantau nasional dalam program Kota Sehat.

“Kami mengajak seluruh RT, RW, hingga warga untuk menjadikan kebersihan dan pemanfaatan pekarangan sebagai budaya. Pemerintah hanya bisa berhasil kalau masyarakatnya bergerak bersama,” tegas Sainul.

Pemerintah Kecamatan Puuwatu juga mendorong agar kegiatan ini terus berlanjut, tidak hanya sampai tahapan verifikasi Kota Sehat, tetapi menjadi rutinitas yang melekat dalam keseharian masyarakat.

“Kami akan pantau terus setiap kelurahan, dan kami berharap tidak berhenti di satu titik. Ini harus menular ke RW dan RT lainnya, apalagi ini bagian dari indikator Kota Sehat,” tambahnya.

IMG 20250712 WA0049

Warga setempat saat melakukan pembenahan titik pantau Kota Sehat 2025 di Kelurahan Lalodati. Foto Andri

Camat Sainul Latief menyampaikan bahwa keberhasilan program Kota Sehat membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, Ketahanan Pangan, Lingkungan Hidup, hingga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), termasuk puskesmas yang menjadi ujung tombak pelayanan dasar.

Ia pun berharap program seperti ini mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari OPD terkait di tingkat kota, untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan manfaatnya.

“Semua harus bergerak bersama. Kalau semua pihak berkontribusi, maka Kota Kendari bukan hanya sehat di atas kertas, tapi betul-betul sehat dari akar rumput,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement