KENDARI, TERASSULTRA.COM – Menjelang penilaian program Kota Sehat tahun 2025, Pemerintah Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, gencar melakukan pembenahan berbagai titik pantau yang menjadi indikator keberhasilan program tersebut.
Salah satunya adalah Puskesmas Puuwatu yang telah masuk dalam kategori akreditasi paripurna dan menjadi salah satu titik pantau utama Kota Sehat.
Camat Puuwatu, Sainul Latief, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berkolaborasi aktif bersama Kepala Puskesmas (Kapus) serta seluruh lurah di wilayah Kecamatan Puuwatu untuk membenahi lingkungan sekitar titik pantau, demi mendukung suksesnya pelaksanaan program nasional itu.

Camat Puuwatu, Sainul Latief saat pose bersama dengan lurah usai melaksanakan pembenahan terhadap Puskesmas Puuwatu. Foto Andri
“Kami bersinergi dengan seluruh elemen, mulai dari Kapus hingga para lurah untuk memastikan titik pantau Kota Sehat di wilayah Puuwatu benar-benar siap. Puskesmas Puuwatu adalah salah satu titik penting, dan kami terus melakukan pembenahan di sekitarnya,” ujar Sainul saat ditemui di kantornya, Jumat (11/7/2025).
Berbagai langkah konkret telah dilakukan, seperti pengecatan pagar, pembersihan dan pembabatan rumput di bahu jalan menuju Puskesmas, hingga perbaikan Tempat Penampungan Sementara (TPS) limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Lurah se-Kacamatan Puuwatu saat melakukan pengecetan terhadap Puskesmas. Foto Andri
“Perbaikan TPS LB3 dan IPAL menjadi salah satu fokus utama karena ini menyangkut kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa semuanya tertata rapi dan berfungsi maksimal,” paparnya.
Selain Puskesmas Puuwatu, sejumlah titik pantau lainnya di wilayah Kecamatan Puuwatu juga tak luput dari perhatian. Di antaranya SMP Negeri 13 Kendari sebagai lokasi yang dinilai dalam aspek kesehatan sekolah, ketahanan pangan di Kelurahan Lalodati, serta Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Pulunggida, Kelurahan Watulondo.

Lurah di Kecamatan Puuwatu saat melakukan pembenahan Puskesmas yang menjadi titik pantau Kota Sehat 2025
“Kami tidak hanya fokus pada satu titik. Semua lokasi yang menjadi titik pantau kami perhatikan. Seperti di SMP 13 Kendari, kita dorong kebersihan dan tata kelola lingkungan sekolah. Di Lalodati kita siapkan lahan ketahanan pangan, sementara di Watulondo, IPLT juga kami benahi,” terangnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. Ia berharap, dengan kerja sama yang solid, Kecamatan Puuwatu dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian predikat Kota Sehat bagi Kota Kendari tahun 2025.
“Kami tidak bekerja sendiri. Kolaborasi ini tentu memberikan dampak positif. Harapan kami, dengan kebersamaan ini, Puuwatu bisa jadi percontohan bagaimana sinergi antar elemen pemerintah dapat menghasilkan lingkungan yang sehat dan tertata,” tandas Sainul Latief. (adv)


















Komentar