SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Daerah

Komitmen Wujudkan Pelestarian Budaya, ASR-Hugua Hadiri Pelantikan Sultan Buton

Gambar WhatsApp 2024 10 19 pukul 19.00.37 3d17f18a e1729346296969
Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua saat menghadiri pelantikan Sultan Buton ke-XLI. Foto ist

BAU-BAU, TERASSULTRA.COM – Momen bersejarah kembali tercipta di Benteng Kesultanan Buton, Kota Baubau, saat Sultan Buton Ke-XLI, Paduka Yang Mulia (PYM) LM. Sjamsul Qamar resmi dilantik pada Jumat (18/10/2024). Upacara sakral ini disaksikan oleh sejumlah tokoh penting, termasuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua, yang turut hadir dalam acara tersebut.

ASR, yang tiba lebih awal di Masjid Agung Keraton Buton, disambut hangat oleh masyarakat setempat, menunjukkan betapa pentingnya dukungan yang diberikan terhadap pelestarian budaya dan adat Kesultanan Buton. Kehadiran Hugua tak lama setelahnya menambah perhatian publik, menegaskan sinergi kuat di antara keduanya untuk menjaga warisan lokal yang menjadi identitas masyarakat Sulawesi Tenggara.

Pelantikan Sultan Buton Ke-XLI ini menggantikan mendiang Sultan La Ode Muhammad Izat Manarfa yang wafat pada Maret lalu. Masyarakat Baubau antusias menyambut pemimpin adat baru ini, berharap agar di bawah kepemimpinan Sultan Sjamsul Qamar, tradisi dan nilai-nilai luhur Buton akan terus dipertahankan dan dikembangkan.

Upacara dimulai dengan prosesi sakral di Masjid Agung, diikuti oleh para tamu penting yang duduk khidmat menyaksikan jalannya acara. Di tengah kemegahan upacara, ASR menyampaikan harapannya agar momentum ini menjadi awal terciptanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat adat untuk bersama-sama membangun Sulawesi Tenggara yang lebih maju.

“Kita harus menghargai kekayaan budaya ini, karena inilah identitas kita sebagai masyarakat Sulawesi Tenggara. Pelantikan Sultan Buton Ke-XLI hari ini menjadi simbol penting persatuan dan semangat baru untuk masa depan,” bebernya.

Dengan dilantiknya Sultan Buton Ke-XLI, harapan besar muncul dari masyarakat agar budaya Buton terus dijaga dan dikembangkan. Ini menjadi wujud nyata bagaimana budaya lokal tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan masa depan daerah.

“Pelantikan ini membawa semangat baru dan harapan besar bagi kita semua. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat adalah kunci untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang lebih harmonis dan sejahtera,” tutup ASR.

Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto menegaskan pentingnya peran adat dan budaya dalam mendukung pembangunan daerah.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga warisan adat dan turut mendorong lahirnya kebijakan yang memperkuat eksistensi Masyarakat Hukum Adat di Sultra,” paparnya.

Selain ASR dan Hugua, sejumlah tokoh daerah turut menghadiri acara pelantikan ini, termasuk Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala dan Ketua Umum Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), Eddy Wirabhumi. Kehadiran mereka menambah semarak dan menunjukkan betapa pentingnya momen pelantikan Sultan Buton ini bagi seluruh lapisan masyarakat Sultra.

Masyarakat Sultra kini menantikan langkah-langkah konkret dari para pemimpin daerah untuk memastikan bahwa warisan budaya Buton terus lestari, tidak hanya sebagai warisan sejarah, tetapi juga sebagai inspirasi bagi kemajuan daerah.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement