SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Daerah

Irwasum Polri Resmikan Pataka Dipta Prakasha: Simbol Integritas dan Kebijaksanaan

IMG 20241204 WA0073 1
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, meresmikan Pataka Dipta Prakasha dalam acara Rapat Koordinasi dan Analisis Evaluasi (Rakor Anev) Itwasum Polri Tahun Anggaran 2024 yang digelar di Jakarta. Foto Andri

JAKARTA, TERASSULTRA.COM – Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, meresmikan Pataka Dipta Prakasha dalam acara Rapat Koordinasi dan Analisis Evaluasi (Rakor Anev) Itwasum Polri Tahun Anggaran 2024 yang digelar di Jakarta, Rabu (4/12/2024). Peresmian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Itwasum Polri sebagai garda terdepan pengawasan yang berintegritas.

Dalam amanatnya, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan filosofi mendalam di balik Pataka Dipta Prakasha.

“Dipta Prakasha berarti cahaya yang bersinar dan menerangi. Ini mencerminkan semangat Itwasum Polri untuk menjadi pemandu kebenaran, transparansi, dan integritas dalam menjalankan tugas pengawasan,” ujarnya.

Pataka ini, lanjut Dedi, diambil dari bahasa Sanskerta. Dipta berarti menyala, bercahaya, atau cemerlang, sedangkan Prakasha berarti cahaya, terang, atau jernih. Filosofi ini melambangkan pencapaian kinerja yang gemilang, pengawasan yang bersih, serta kepemimpinan yang bijaksana dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Semangat Dipta Prakasha harus kita resapi dan jadikan pedoman, agar setiap langkah kerja kita tidak hanya mematuhi aturan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat,” imbuhnya.

Pataka Dipta Prakasha hadir dengan logo yang kaya akan simbolisme, menggambarkan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman Itwasum Polri. Berikut penjelasannya:

Perisai: Melambangkan pelaksanaan tugas pengawasan yang dilindungi oleh hukum.

Delapan Arah Mata Angin: Simbol keberanian menyuarakan kebenaran yang dilandasi integritas.

Tujuh Mata Rantai: Mewakili kebulatan tekad dalam menjalankan amanah.

Tiga Bintang: Menggambarkan prinsip Tribrata sebagai pedoman hidup Polri.

Buku Terbuka: Menunjukkan pengetahuan sebagai landasan pelaksanaan tugas.

Tulisan “Ngesti Tata Wikuning Nata”: Memiliki arti tauladan di garis depan yang mencakup:

Ngesti: Menjamin pelaksanaan tugas sesuai aturan dan menjadi konsultan yang solutif.

Tata: Menjaga tertib administrasi untuk menciptakan birokrasi bersih.

Wiku: Profesionalisme sesuai standar pengawasan.

Nata: Inspektorat sebagai pelindung dan penjamin kualitas.

Logo ini juga dilengkapi warna-warna yang mencerminkan nilai-nilai fundamental:

Kuning: Peringatan untuk mencegah penyimpangan.

Hitam: Komitmen mematuhi standar pengawasan.

Putih: Ketulusan dan kejujuran dalam bertugas.

Merah: Ketegasan dan profesionalisme.

Hijau: Pendekatan berbasis bukti yang memadai.

Peresmian Pataka Dipta Prakasha menjadi simbol penguatan peran Itwasum Polri dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang bersih dan melayani. Dengan semangat ini, Polri diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif, baik dalam menciptakan birokrasi yang transparan maupun dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Mari jadikan Dipta Prakasha sebagai cahaya yang memandu kita menuju pengawasan yang berintegritas dan berdampak nyata bagi bangsa,” tandas Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement