SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olahraga

Hariani Bidik Kursi KONI Kolaka, Janjikan Tata Kelola Transparan

Nasdem 1 1
Hariani Syamsudin siap tarung di Musorkablub KONI Kolaka tahun 2026. Foto Arsya

KOLAKA, TERASSULTRA.COM – Peta persaingan menuju kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kolaka mulai menghangat. Salah satu nama yang menyatakan kesiapan adalah Hariani Syamsudin.

Politikus yang kini duduk di DPRD Kolaka itu memastikan akan ikut bertarung dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI 2026.

“Insya Allah saya siap maju. Komitmen saya untuk membangun prestasi olahraga Kolaka secara lebih terarah,” ungkap Hariani saat ditemui menjelang dibukanya pendaftaran calon pada 2 hingga 5 Mei 2026, pada Selasa (29/4/2026).

Musorkablub kali ini dinilai krusial. Selain menjadi momentum pergantian kepemimpinan, forum tersebut juga diharapkan mampu menjawab stagnasi prestasi olahraga daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Hariani datang dengan satu perubahan tata kelola. Ia menilai, persoalan mendasar KONI selama ini bukan hanya pada aspek teknis pembinaan, tetapi juga pada manajemen organisasi.

“KONI harus dikelola secara modern, transparan dan akuntabel. Tanpa itu, sulit membangun kepercayaan publik, apalagi menarik dukungan dari berbagai pihak,” katanya.

Dalam visi yang diusungnya, Hariani menargetkan Kolaka sebagai pusat pembinaan olahraga prestasi yang unggul dan berdaya saing di tingkat Sulawesi Tenggara (Sultra). Target tersebut, menurut dia, hanya bisa dicapai melalui pembinaan atlet yang sistematis dan berbasis data.

Selain itu, ia menyentil pentingnya pemetaan cabang olahraga (cabor) unggulan sebagai langkah awal.

“Kita tidak bisa lagi bekerja tanpa arah. Harus ada pemetaan: mana cabor potensial, mana yang perlu pembinaan khusus. Dari situ kita susun program latihan terpusat,” bebernya.

Untuk cabang yang belum menunjukkan prestasi, Hariani menawarkan pendekatan kolaboratif.

“Kita dorong mereka belajar dari daerah lain yang lebih maju. Tidak ada salahnya berbagi pengalaman demi kemajuan bersama,” kata dia.

Kemudian, soal keterbatasan sarana dan prasarana. Menurut Hariani, tanpa fasilitas yang memadai, sulit berharap lahir atlet berprestasi.

“Kita akan advokasi pemerintah daerah dan membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta. Fasilitas latihan berstandar nasional itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia membawa pendekatan sport science. Baginya, peningkatan performa atlet tidak lagi cukup hanya mengandalkan latihan konvensional.

“Pendekatan ilmiah, mulai dari nutrisi, psikologi olahraga, hingga analisis performa, harus mulai diterapkan. Ini sudah menjadi standar di banyak daerah maju,” tegasnya.

Di luar aspek teknis, Hariani menekankan pentingnya membangun kemitraan yang lebih luas. Ia menyebut model kolaborasi antara pemerintah, KONI, dan dunia usaha sebagai kunci keberlanjutan pembinaan.

“Kita butuh kemitraan tripartit. Pemerintah hadir dengan kebijakan, dunia usaha melalui CSR, dan KONI sebagai pelaksana teknis. Kalau ini berjalan, pembinaan akan jauh lebih kuat,” jelasnya.

Latar belakangnya sebagai alumni Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia juga menjadi bekal dalam menghadapi dinamika organisasi.

“Saya terbiasa dilatih untuk cepat membaca situasi dan mengambil keputusan. Itu penting dalam memimpin organisasi seperti KONI,” kata Hariani.

Dengan waktu pendaftaran yang semakin dekat, dinamika menuju Musorkablub diperkirakan akan semakin intens. Namun bagi Hariani, kontestasi ini bukan semata soal menang atau kalah.

“Yang paling penting adalah bagaimana olahraga Kolaka bisa bangkit dan berprestasi. Itu tujuan utamanya,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement