SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pemkot Kendari

GPM Serentak 8 Daerah Sultra, Ribuan Warga Kendari Padati GOR Apriyani Borong Bahan Pokok

Asr 4
Gubernur Andi Sumangerukka bersama Wali Kota Siska Karina Imran saat turun memantau pelaksanaan GPM di GOR Apriyani. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Ribuan warga Kota Kendari memadati di GOR Apriyani, Jumat (5/9/2025). Sejak pagi, antrean panjang sudah terlihat di area gerakan pangan murah (GPM) yang digelar serentak di delapan kabupaten kota Sulawesi Tenggara (Sultra).

Warga berbondong-bondong memborong beras, minyak goreng, gula, telur, hingga cabai dengan harga lebih murah dari pasaran.

Diketahui, kegiatan ini merupakan sinergi Pemprov Sultra dan Pemerintah Kota Kendari untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus menekan inflasi daerah.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa keberhasilan Kendari dalam menekan inflasi tidak lepas dari keberlanjutan program GPM yang digelar hampir di seluruh kecamatan.

“Alhamdulillah, inflasi kita bulan ke bulan berada di angka minus 0,22 persen, terendah di Sultra. Sedangkan inflasi tahunan berada di 2,89 persen, juga yang paling rendah di wilayah ini. Ini bukti bahwa langkah kita dalam pengendalian harga sudah berada di jalur yang tepat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sejak Februari hingga awal September 2025, Pemkot Kendari sudah menggelar 66 kali GPM, disertai inovasi 111 kios pangan digital di kelurahan.

“Kios digital ini menjadi pusat distribusi bahan pokok murah bagi masyarakat. Jadi warga bisa lebih mudah mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” tambahnya.

Meski kondisi harga relatif stabil, Siska mengakui ada sedikit kenaikan pada komoditas ikan dan udang sekitar Rp5.000 per kilogram.

“Namun, untuk beras, cabai, dan kebutuhan pokok lain masih terjaga. Artinya, program ini benar-benar membantu masyarakat,” tutup SKI.

Sementara itu, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) menegaskan bahwa GPM adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat.

“Kita tahu tantangan inflasi bisa berdampak pada kesejahteraan rakyat. Karena itu, gerakan pangan murah harus terus diperluas, tidak hanya di kabupaten, tetapi juga menjangkau desa-desa dan kecamatan. Dengan begitu, masyarakat di lapisan terbawah pun bisa merasakan manfaatnya,” bebernya..

Tak hanya itu, ASR juga memastikan stok pangan di Sultra dalam kondisi aman.

“Stok beras SPHP dari Bulog tersedia hingga 1,3 juta ton. Jumlah ini lebih dari cukup untuk menjamin kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kunci pengendalian harga ada pada sinergi antar unsur

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi dengan Bulog, pelaku usaha, dan masyarakat agar harga tetap stabil dan akses pangan terjamin untuk semua,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement