KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menegaskan komitmennya untuk merealisasikan program dana kelurahan sebesar Rp100 juta per rukun tetangga (RT) pada tahun 2026 mendatang.
Hal itu disampaikan Siska Karina Imran saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan peran dan kapasitas camat dan lurah dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di salah satu hotel di Kendari, Kamis (4/9/2025).
Menurutnya, alokasi anggaran selama ini yang diberikan ke kelurahan masih terlalu kecil dan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pola baru tersebut, setiap RT akan memiliki ruang untuk menginisiasi program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lingkungannya.
“Selama ini, anggaran kelurahan memang terbatas, sementara persoalan di lapangan sangat beragam. Karena itu, melalui program Rp100 juta per RT ini, kita ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi, berinovasi, dan menata lingkungannya sesuai prioritas yang mereka rasakan langsung,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, dana tersebut dapat digunakan untuk kegiatan perbaikan infrastruktur kecil, penguatan kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi warga, hingga program kebersihan dan lingkungan. Dengan demikian, setiap RT memiliki fleksibilitas untuk menentukan program nyata tanpa harus menunggu birokrasi panjang.
Lebih lanjut, Siska Karina Imran itu juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana kelurahan. Untuk itu, ia meminta agar seluruh aparatur, mulai dari camat hingga lurah, terbuka dalam menyampaikan informasi penggunaan anggaran kepada masyarakat maupun DPRD.
“Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Semua anggaran bisa diakses publik, karena kita ingin membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan dipercaya masyarakat. Pengawasan masyarakat justru akan memperkuat efektivitas program ini,” tegasnya.
Dengan demikian, ia berharap kehadiran program Rp100 juta per RT tersebut bukan hanya sebatas seremonial kebijakan, melainkan menjadi langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga
“Kita ingin masyarakat merasakan langsung bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah mereka, bukan hanya dengan janji, tetapi dengan program yang bisa dirasakan manfaatnya. Tahun 2026 akan menjadi momentum penting untuk mewujudkan hal itu,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar