KENDARI, TERASSULTRA.COM – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menaruh perhatian serius terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan yang muncul di daerah ini.
Menyikapi banyaknya laporan masyarakat terkait hubungan industrial dan kondisi tenaga kerja, Komisi I menggelar rapat kerja bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnaker) Kota Kendari di ruang rapat Komisi I DPRD, Selasa (14/10/2025).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, Zulham Damu, didampingi Wakil Ketua Arwin, Sekretaris Laode Abd Arman, serta anggota Komisi I Nasaruddin Saud. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnaker) Kota Kendari, Farida Agustina Muhcsin, hadir bersama jajarannya.
Dalam kesempatan itu, Zulham Damu menegaskan bahwa DPRD siap memperkuat dukungan melalui kebijakan maupun regulasi daerah.
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait masalah hubungan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja. Karena itu, kita perlu duduk bersama Disnaker agar persoalan ini bisa diurai dengan solusi konkret. Kalau memang perlu, kami siap mendorong lahirnya peraturan daerah baru yang berpihak pada pekerja,” tegasnya.
Politikus PDIP menambahkan, sinergi legislatif dan eksekutif harus diarahkan untuk memastikan hak-hak pekerja terlindungi, sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat di Kota Kendari.
“Kita ingin dunia kerja di Kendari tidak hanya kondusif bagi pelaku usaha, tapi juga berkeadilan bagi pekerja,” urainya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Kendari, Farida Agustina Muhcsin, mengapresiasi langkah DPRD yang proaktif dalam merespons isu ketenagakerjaan. Ia mengakui bahwa sejumlah persoalan memang masih memerlukan dukungan lintas sektor, terutama dalam hal kebijakan dan pengawasan.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Komisi I. Sinergi ini penting agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah benar-benar berpihak kepada tenaga kerja dan masyarakat luas,” paparnya.
Farida juga menyampaikan perlunya peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan dan sertifikasi agar mampu bersaing di pasar kerja.
“Kita ingin tenaga kerja Kendari tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Pelatihan vokasi dan kerja sama dengan dunia industri akan terus kami dorong,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar