SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olahraga

Dojo Saibun, Wadah Pembinaan Karate Baru yang Tumbuh Pesat di Sultra

Amril
Anggota Dojo Saibun saat melaksanakan pemanasan sebelum latihan yang dipimpin langsung Ketua Dojo Saibun Amril Sabara. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dojo Saibun terus mengukuhkan namanya sebagai pusat pembinaan karate yang serius, modern, dan terstruktur bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Meski baru berdiri sekitar empat bulan pada 2025, perkembangan dojo ini terbilang luar biasa. Jumlah anggotanya kini telah menembus 100 orang.

Ketua Dojo Saibun, Amril Sabara, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan pola pelatihan yang disiplin namun tetap ramah bagi seluruh anggota. Setiap hari, para karateka muda hingga dewasa menjalani latihan intensif tidak hanya untuk membentuk fisik, tetapi juga karakter.

“Daripada anak-anak menghabiskan waktu bermain game, lebih baik kita arahkan ke olahraga agar tetap sehat dan bugar, seperti karate,” ungkapnya, Minggu (23/11/2025).

Ia menekankan, karate bukan sekadar seni bela diri. Lebih dari itu, olahraga ini menjadi ruang pembentukan mental, kedisiplinan, hingga membuka peluang karier masa depan.

“Karate bisa menjadi bekal masa depan, termasuk bagi yang bercita-cita menjadi tentara atau polisi,” jelasnya.

Saat ini Dojo Saibun baru beroperasi di Kota Kendari. Namun melihat antusiasme yang terus meningkat, mereka menargetkan pembukaan cabang di berbagai kabupaten di Sultra.

“Insya Allah ke depan kami akan membuka cabang di daerah lain,” tutup Amril Sabara.

Di lokasi latihan, salah satu orang tua murid, Jumhari Baco, menyampaikan apresiasi atas pola pembinaan yang diterapkan Dojo Saibun.

“Pelatih disiplin namun tetap perhatian. Anak kami merasa nyaman dan bersemangat setiap kali berlatih. Kami melihat perkembangan besar dalam kepercayaan diri dan kedisiplinannya,” bebernya.

Menurutnya, keputusan memasukkan anaknya ke Dojo Saibun terbukti tepat. Para sensei tidak hanya fokus mengajarkan teknik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti disiplin, rasa hormat, dan tanggung jawab.

“Lingkungannya aman dan suportif. Setelah beberapa bulan, anak kami jauh lebih percaya diri, fokus belajar, dan semakin aktif,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement