SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Dengarkan Pidato Kenegaraan, Siska: Kemerdekaan Harus Terlihat dalam Kebijakan dan Pelayanan Publik

Siska 63
Wali Kota Siska Karina Imran dan DPRD Kota Kendari saat mendengarkan pidato kenegaraan, Jumat (14/8/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama DPRD Kota Kendari mengikuti Rapat Paripurna dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jumat, 14 Agustus 2026.

Rapat digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Kendari dan dipimpin Ketua DPRD Kota Kendari La Ode Muh. Inarto. Hadir dalam rapat tersebut Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, kepala OPD, serta para camat se-Kota Kendari.

Dalam kesempatan itu, Siska mengatakan, pidato kenegaraan harus menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk memperkuat komitmen pembangunan serta memastikan kebijakan yang dibuat memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“81 tahun yang lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan dengan tetesan keringat dan darah. Hari ini tugas kita adalah memastikan api semangat itu tidak padam, melainkan terus menyala dalam setiap kebijakan dan pelayanan kita kepada masyarakat Kota Kendari,” jelasnya.

Siska mengatakan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, harus diterjemahkan dalam kebijakan pembangunan di tingkat daerah.

Menurut dia, kedaulatan di Kota Kendari dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan potensi daerah, termasuk kawasan pesisir dan ekonomi kreatif. Sementara prinsip keadilan harus terlihat dari kebijakan pemerintah yang memberikan akses dan manfaat secara merata kepada masyarakat.

Adapun kemakmuran, kata Siska, tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi. Pemerintah harus memastikan pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup warga.

“Makmur adalah ketika pertumbuhan ekonomi kita selaras dengan peningkatan kualitas hidup warga, akses pendidikan yang semakin terjangkau, layanan kesehatan yang semakin responsif, serta ruang publik yang ramah bagi semua,” tegasnya.

Tak hanya itu, Siska menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda dan masyarakat dalam menjalankan pembangunan. Pembangunan tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan pemerintah.

Sebagai Ketua Komwil VI APEKSI, Siska mengaitkan semangat kolaborasi tersebut dengan nilai Mepokoaso, yang berarti persatuan, persaudaraan dan gotong royong.

“Pembangunan Kota Kendari tidak akan pernah berdampak tanpa adanya partisipasi dari masyarakat, serta koneksi yang kuat dan dialog yang humanis antara pemerintah dan warga,” katanya.

Ia menilai keterlibatan masyarakat diperlukan agar setiap kebijakan yang dilahirkan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan warga harus terus dibangun secara terbuka.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kendari La Ode Muh. Inarto mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen membangun daerah.

Menurut Inarto, kemerdekaan yang diperjuangkan para pendahulu harus diisi dengan kerja nyata. Tantangan pembangunan yang dihadapi Kota Kendari membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, DPRD dan masyarakat.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” sejalan dengan visi pembangunan Kota Kendari 2025-2030, yakni “Terwujudnya Kota Kendari Tahun 2030 sebagai Kota Layak Huni yang Semakin Maju, Berdaya Saing, Adil, dan Sejahtera.”

“Dengan kerja keras, kerja sama yang solid dari seluruh penyelenggara pemerintahan serta seluruh masyarakat Kota Kendari yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan, saya optimis visi ini dapat kita capai,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement