WAKATOBI, TERASSULTRA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi menetapkan sebanyak 81.951 warga dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan I Tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka di Aula Epsilon Kantor KPU Wakatobi.
Dari total tersebut, sebanyak 40.062 merupakan pemilih laki-laki dan 41.889 pemilih perempuan. Rapat pleno dihadiri Bawaslu Wakatobi serta sejumlah pemangku kepentingan, seperti Disdukcapil, Polres Wakatobi, Kesbangpol, unsur TNI AL, hingga para camat se-Kabupaten Wakatobi.
Ketua KPU Wakatobi, La Deni, menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data dilakukan secara berjenjang, dimulai dari data yang diturunkan KPU RI melalui aplikasi Sidalih.
Menurutnya, data tersebut tidak serta-merta ditetapkan, melainkan melalui tahapan koordinasi dan verifikasi di lapangan.
“Setelah menerima data dari KPU RI melalui Sidalih, kami melakukan koordinasi dengan Bawaslu dan stakeholder terkait, kemudian dilakukan pencocokan dan penelitian terbatas langsung ke masyarakat,” ungkapnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, seluruh proses tersebut berjalan di bawah pengawasan Bawaslu guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
“Dalam kerja-kerja coklit terbatas ini, kami juga didampingi oleh Bawaslu Wakatobi yang melakukan pengawasan secara langsung,” katanya.
Dengan berakhirnya pleno tambahnya, KPU Wakatobi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemutakhiran data.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kerja sama ini terus terjalin agar kualitas data pemilih kita semakin baik di triwulan berikutnya,” tutup La Deni.
Sementara itu, Kepala Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Wakatobi, Yasir Arafah, memaparkan hasil rekapitulasi sekaligus dinamika data pemilih yang terjadi selama proses pemutakhiran.
Ia menjelaskan bahwa perubahan data dipengaruhi oleh berbagai faktor kependudukan, seperti perpindahan penduduk, pemilih baru, hingga perbaikan elemen data.
“Pemutakhiran ini tidak hanya menambah jumlah pemilih, tetapi juga memperbaiki kualitas data. Ada dinamika yang kami temukan melalui proses coklit di lapangan,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar