KENDARI, TERASSULTRA.COM – Menyikapi imbauan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, terkait potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, dan pohon tumbang, Camat Puuwatu, Sainul Latief menyatakan dukungan penuh dan mengajak seluruh warga di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera mengambil langkah antisipatif.
Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Kota Kendari dan wilayah sekitarnya, yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak bencana, khususnya di daerah rawan.

Imbauan Wali Kota Kendari agar masyarakat waspada dengan cuaca ekstrem. Foto ist
Camat Puuwatu Sainul Latief menyatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti imbauan tersebut dengan menginstruksikan seluruh lurah hingga RT/RW untuk menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat serta memantau titik-titik rawan di wilayahnya masing-masing.
“Kami di Kecamatan Puuwatu sangat mengapresiasi langkah cepat Ibu Wali Kota dalam mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Ini penting sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Sainul Latief, kepada Teras Sultra, Jumat (11/7/2025).
Sainul juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air, serta melakukan pembersihan lingkungan secara berkala, guna mencegah penyumbatan drainase yang bisa memicu genangan atau banjir.

Warga Kecamatan Puuwatu sangat antusias melakukan pembersihan lingkungan. Foto Andri
“Kami mengajak seluruh warga Puuwatu untuk membersihkan saluran air di sekitar rumah masing-masing secara bergotong royong. Jangan tunggu sampai air meluap baru bertindak,” imbuhnya.
Tak hanya itu, mantan jurnalis itu juga mengimbau agar masyarakat tidak berteduh di bawah pohon rindang, baliho besar, atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang. Selain itu, Sainul meminta agar warga membatasi aktivitas luar ruangan ketika kondisi cuaca ekstrem sedang berlangsung.
“Keselamatan adalah yang utama. Kalau tidak mendesak, lebih baik menunda bepergian dulu jika hujan deras dan angin kencang sedang terjadi,” bebernya.
Terkait kesiapsiagaan, pihak Kecamatan Puuwatu disebut telah menyiapkan tim tanggap darurat dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti BPBD Kota Kendari dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), untuk penanganan cepat jika terjadi bencana.

Warga Kecamatan Puuwatu saat pose bersama usai melaksanakan pembersihan lingkungan. Foto Andri
“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk menyimpan nomor-nomor darurat, seperti BPBD, PMI, dan pihak kelurahan. Ini penting jika sewaktu-waktu membutuhkan pertolongan cepat,” tambahnya.
Dengan demikian, Camat Sainul Latief mengajak warga untuk terus memantau informasi cuaca resmi yang disampaikan oleh pemerintah maupun BMKG, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar bohong yang beredar di media sosial.
“Gunakan informasi resmi, dan mari kita tingkatkan kepedulian serta kewaspadaan bersama demi keselamatan seluruh warga,” tandasnya. (adv)


















Komentar