SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemkot Kendari

Gandeng PT Carsurin Tbk, Camat Puuwatu Wujudkan TPS Lewat CSR Perusahaan

Puuwatu 2
Camat Puuwatu Sainul Latief saat memberikan keterangan soal kolaborasi dengan PT Carsurin terkait TPS. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, terus berinovasi dalam penanganan sampah.

Terbaru, Camat Puuwatu Sainul Latief menggandeng PT Carsurin Tbk untuk membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

TPS tersebut akan dibangun di wilayah perbatasan, tepatnya kawasan strategis antara Kota Kendari dan Kabupaten Konawe, yang kerap menjadi titik rawan pembuangan sampah liar.

“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari PT Carsurin melalui program CSR mereka. Ini bentuk sinergi positif antara pemerintah kecamatan dan sektor swasta,” ungkap Sainul Latief, Kamis (17/7/2025).

1690969891578

Kantor PT Carsurin Tbk yang membangun TPS di Kecamatan Puuwatu. Foto ist

Sainul menjelaskan bahwa Puuwatu sebagai kecamatan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Konawe, kerap mengalami tantangan dalam hal kebersihan lingkungan akibat aksi pembuangan sampah sembarangan, bahkan oleh warga luar kota.

“Kami sering temukan warga dari arah Konawe yang membuang sampah di Puuwatu. RW dan RT sudah sering menegur, tapi karena mereka tidak punya TPS di wilayah mereka, persoalan ini terus berulang,” terangnya.

Menurutnya, keberadaan TPS hasil kerja sama ini diharapkan bisa mengurangi volume sampah liar dan menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya kebersihan lingkungan perbatasan.

IMG 20250717 WA0053

Bank Sampah Alfaizin yang menjadi salah satu titik lokasi pembuangan sampah di Kecamatan Puuwatu. Foto Andri

“Ini bukan hanya soal tempat sampah, tapi soal edukasi dan kepedulian bersama. Karena lingkungan yang bersih itu hak semua orang,” tegasnya.

Tak hanya mengandalkan CSR perusahaan, Kecamatan Puuwatu juga memberdayakan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan sampah melalui program Bank Sampah Alfaizin, sebuah komunitas pengelola sampah berbasis majelis taklim yang telah berjalan cukup lama dan memberi dampak nyata bagi lingkungan maupun ekonomi warganya.

“Bank Sampah ini sangat membantu. Warga diajak memilah sampah dari rumah, lalu seminggu sekali ada petugas yang menjemput langsung ke rumah-rumah. Sampah anorganik dijual dan hasilnya masuk ke tabungan anggota,” jelas Sainul.

IMG 20250717 WA0054

Keberadaan Bank Sampah Alfaizin sangat membantu masyarakat Puuwatu untuk pembuangan sampah. Foto Andri

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pendekatan komunitas seperti bank sampah sangat efektif, karena tidak hanya menekan jumlah sampah yang masuk ke TPS, tapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi warga.

“Ini bagian dari strategi kami. Tidak hanya menyapu sampah, tapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Dari yang tadinya beban, menjadi berkah,” imbuhnya.

Sainul yang juga merupakan mantan jurnalis itu berharap, kolaborasi semacam ini bisa terus berkembang. Ia juga membuka ruang bagi perusahaan lain untuk ikut serta dalam membangun ekosistem lingkungan yang sehat dan berkelanjutan di Kecamatan Puuwatu.

“Kepedulian PT Carsurin patut diapresiasi. Saya yakin, kalau semua pihak ikut terlibat, kita bisa jadikan Puuwatu bukan sekadar perbatasan, tapi contoh kawasan bersih dan berdaya,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement