SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemkot Kendari

Kendalikan Sampah dari Hulu, Kecamatan Puuwatu Siapkan TPS3R dan Gandeng Bank Sampah

Camat puuwatu 2
Camat Puuwatu, Sainul Latief saat membersihkan sampah di salah satu pembuangan sampah yang ada di Kecamatan Puuwatu. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kecamatan Puuwatu terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menyiapkan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R).

Fasilitas ini dirancang untuk meminimalisasi timbulan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus mendorong ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

Camat Puuwatu, Sainul Latief, mengatakan lokasi pembangunan TPS3R telah dipersiapkan di eks perumahan Dinas Sosial di Jalan Puurui, RW 02 RT 06, Kelurahan Puuwatu. Bangunan yang dulunya difungsikan pada era Wali Kota Masie Masyur Abunawas itu kini sedang dikaji untuk dimanfaatkan sebagai pusat pengelolaan sampah terpadu.

IMG 20250716 WA0061

Salah satu bank sampah di Kecamatan Puuwatu. Foto Andri

“Luas lahannya sekitar 1 hektare, dan meskipun aset ini belum bersertifikat, statusnya milik Pemerintah Kota. Lokasi ini sangat strategis dan ideal untuk menjadi pusat TPS3R karena berada di kawasan padat penduduk,” ungkap Sainul saat ditemui di Kantornya, Rabu (16/7/2025).

Dengan jumlah penduduk lebih dari 44 ribu jiwa, Kecamatan Puuwatu dinilai sudah saatnya memiliki sistem pengelolaan sampah tersendiri. Menurut Sainul, keberadaan TPS3R akan memastikan hanya sampah residu yang benar-benar perlu dibuang ke TPA, sementara sisanya akan dikelola di tingkat kelurahan atau komunitas.

“Intinya kita ingin membangun budaya memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga. Idealnya, warga sudah memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari dapur,” tegasnya.

IMG 20250716 WA0056

Bank sampah di Kecamatan Puuwatu. Foto Andri

Selain lokasi utama di eks perumahan Dinas Sosial, Kecamatan Puuwatu juga sedang menyiapkan satu titik TPS3R tambahan di kawasan BTN Umpungeng, Kelurahan Lalodati. Namun, lokasi tersebut masih membutuhkan pembenahan fasilitas seperti akses jalan dan jaringan listrik.

“Kami akan terus koordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat penyiapan infrastruktur dasar, karena potensi pengelolaan sampah dari dua titik ini sangat besar,” tambahnya.

Guna memperkuat efektivitas TPS3R, Kecamatan Puuwatu juga menjalin kerja sama dengan dua bank sampah aktif, yaitu Bank Sampah Al-Faizin dan Bank Sampah Annur BPN. Kolaborasi ini bertujuan mendaur ulang limbah plastik menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomis.

IMG 20250716 WA0060 scaled

Bank sampah Al-Faizin yang terletak di Kecamatan Puuwatu. Foto Andri

“Kami tidak hanya ingin membersihkan lingkungan, tapi juga ingin memberikan nilai tambah bagi warga. Limbah plastik akan dikelola menjadi produk kreatif, sementara sampah organik seperti sisa makanan akan diolah menggunakan komposter,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, mantan jurnalis itu menegaskan bahwa TPS3R bukan hanya fasilitas pengelolaan sampah, melainkan bagian dari solusi jangka panjang untuk menjaga kebersihan kota, sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat.

“Kalau ini dikelola dengan baik, masyarakat bukan cuma hidup di lingkungan yang bersih, tapi juga punya peluang ekonomi dari sampah. Inilah semangat ekonomi sirkular yang ingin kami bangun,” tandas Sainul Latief. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement