KOLAKA, TERASSULTRA.COM – Aksi pemblokadean jalan di simpang empat wilayah Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), memunculkan perbedaan keterangan di tubuh kepolisian sendiri.
Sejumlah pejabat Polres Kolaka memberikan penjelasan yang tidak sejalan mengenai latar belakang aksi warga tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Kolaka menyatakan belum mengetahui adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat, 27 Maret 2026.
“Belum ada,” ungkapnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Namun, pernyataan itu berbeda dengan keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kolaka, AKP Fernando Oktober Sitompul. Ia membenarkan adanya aksi pemblokadean yang terjadi di kawasan IPIP dan menyebut aksi itu dipicu persoalan tenaga kerja.
“Iye, aksi spontanitas kemarin ini kayaknya. Demo dari masyarakat lokal, tentang pemberdayaan tenaga kerja lokal, bang,” jelasnya.
Sementara Kapolsek Pomalaa, IPTU Raynaldo Sembiring. Ia menyebut aksi tersebut merupakan unjuk rasa warga Desa Sopura yang memprotes akses jalan mereka yang tertutup.
“Kalau itu foto kemarin pagi, berarti kegiatan unjuk rasa masyarakat Desa Sopura terkait akses jalan mereka yang tertutup, sehingga masyarakat yang mau berkebun, mengambil air, dan beraktivitas harus memutar jauh,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Kolaka, AKBP Yudha Nugraha, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan redaksi.
Untuk diketahui, aksi pemblokadean jalan oleh warga ini diduga berkaitan dengan persoalan mendasar di tingkat lokal mulai dari akses infrastruktur hingga tuntutan keterlibatan tenaga kerja setempat.
Penulis: Arsya


















Komentar