KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dunia olahraga Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai ramai membicarakan satu nama yang disebut-sebut sebagai sosok pembaharu, Afdal Ketua Pengprov Kick Boxing Indonesia (KBI) Sultra.
Pria muda ini dianggap layak memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra, usai sukses menorehkan sejarah baru, meloloskan cabang olahraga kick boxing ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Keberhasilan ini bukan hasil instan. Dalam dua tahun terakhir, Afdal membangun KBI Sultra dari titik nol, dari organisasi yang belum dikenal, menjadi salah satu cabor yang paling progresif di daerah.
Kini, KBI sudah memiliki struktur organisasi aktif di 12 kabupaten kota se-Sultra dan secara rutin menyelenggarakan pelatihan, seleksi atlet, dan uji kenaikan tingkat (grading).
“Afdal itu bukan tipe pemimpin yang hanya duduk di balik meja. Dia turun langsung ke lapangan, membina pelatih, membimbing atlet, dan membuka ruang kolaborasi lintas daerah,” ujar Yufi, Ketua ISSI Sultra, saat berbincang dengan Teras Sultra, Minggu (25/5/2025).
Sebelum memimpin KBI, Afdal sudah lama berkecimpung di dunia olahraga. Ia pernah menjabat Ketua Muaythai Kota Kendari, serta aktif dalam pengembangan beladiri di level lokal dan nasional.
Rekam jejaknya tak lepas dari keikutsertaannya dalam berbagai ajang, termasuk sukses menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Muaythai di Kendari beberapa tahun lalu.
Dengan pendekatan kepemimpinan yang partisipatif dan berbasis meritokrasi, Afdal menerapkan seleksi terbuka bagi atlet kick boxing Sultra. Ia juga menggagas program pelatihan pelatih dan wasit yang dinilai menjadi fondasi penting pembinaan jangka panjang.
“Kami tidak memilih atlet hanya berdasarkan nama besar atau kedekatan, tapi murni melalui seleksi. Siapa yang siap dan berprestasi, itulah yang kita dorong ke PON,” kata Yufi.
Tak hanya mengukir prestasi, Afdal juga dikenal dekat dengan komunitas akar rumput olahraga. Ia intens membina klub-klub lokal dan mendengarkan aspirasi dari pelatih hingga pengurus cabor lain. Gaya kepemimpinan terbuka inilah yang membuat banyak pihak menilai Afdal sebagai simbol generasi baru dalam manajemen olahraga daerah.
“Saya melihat beliau sebagai figur muda yang punya visi dan keberanian untuk melakukan terobosan. KONI Sultra butuh pemimpin seperti itu, yang memahami tantangan lapangan dan mampu mengubah sistem dari dalam,” tambah Yufi.
Sementara masa jabatan Ketua KONI Sultra saat ini akan berakhir pada Februari 2026, sejumlah kalangan mulai mendorong munculnya tokoh-tokoh muda untuk mengambil estafet kepemimpinan.
Afdal disebut sebagai salah satu kandidat kuat yang memiliki rekam jejak nyata, bukan hanya di atas kertas, tapi di lapangan.
“Kami di cabang-cabang olahraga ingin perubahan. Bukan hanya pengelolaan yang profesional, tapi juga orientasi prestasi yang terukur. Afdal punya modal itu,” tandas Yufi
Penulis: Andri


















Komentar