SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan

Muhammad Daffa, Pemuda Kendari, Raih Gelar Lulusan Tercepat di UGM 

IMG 20241124 WA0049 2
Muhammad Daffa Adiibah Sinapoy, pemuda asal Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat melaksanakan wisuda di UGM. Foto Andri

YOGYAKARTA, TERASSULTRA.COM – Muhammad Daffa Adiibah Sinapoy, pemuda asal Kendari, Sulawesi Tenggara, membuat sejarah sebagai salah satu lulusan tercepat di Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelesaikan studi sarjananya hanya dalam waktu 3 tahun, 1 bulan, dan 14 hari. Prestasi gemilang ini diraihnya pada periode Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan 2024/2025 yang digelar pada Kamis, 21 November 2024.

Daffa, yang akrab disapa oleh teman-temannya, mengungkapkan bahwa pencapaiannya tidak terlepas dari semangat yang ditanamkan oleh keluarganya, terutama sang ibu yang selalu memberikan dukungan moral yang luar biasa. Meskipun harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk pandemi COVID-19 yang memaksanya untuk kembali ke Kendari sementara teman-temannya tetap di Yogyakarta, Daffa tetap bisa fokus pada tujuannya untuk meraih predikat lulusan tercepat.

“Saya sempat merasa kesulitan untuk mengakses informasi terkait perkuliahan, namun saya tetap aktif berkomunikasi dengan teman-teman dan dosen, serta selalu mencari tahu perkembangan kegiatan akademik,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).

Keberhasilan Daffa tidak hanya diukur dari waktu kelulusannya yang cepat, tetapi juga dari berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya selama kuliah. Ia aktif dalam organisasi, di antaranya sebagai anggota Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik (Gamapi) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FISIPOL UGM. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Kepala Divisi Inkubasi dan Pengembangan Bisnis di Himpunan Pengusaha Muda PT UGM, serta terlibat dalam berbagai kompetisi bisnis nasional.

Daffa juga menjalani magang di sejumlah lembaga bergengsi, termasuk DPR RI Komisi X dan Sekretariat Negara Republik Indonesia, di mana ia berperan sebagai analis media dan pemantauan. Keberhasilannya dalam penelitian mengenai dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga layak diapresiasi, dengan menggali wawasan lebih dalam melalui wawancara dengan para ahli dan tokoh lokal.

“Pengalaman KKN saya di Desa Moolo, Sulawesi Tenggara, sangat berarti. Kami melaksanakan pelatihan konten digital untuk ibu-ibu PKK dan membantu pengelolaan media sosial desa. Ini mengajarkan saya bahwa kontribusi kecil bisa memberi dampak besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Selain prestasi akademik dan organisasi, Daffa juga menyempatkan diri untuk aktif dalam olahraga, terutama futsal, tenis, dan sepak bola, guna menjaga kesehatan fisiknya serta mengatasi stres. Ia mengungkapkan bahwa keseimbangan antara kegiatan akademik, sosial, dan fisik sangat penting dalam menjaga semangat dan produktivitas.

Daffa yang berasal dari keluarga akademis ini mengaku sangat bersyukur memiliki orang tua yang menjunjung tinggi nilai pendidikan.

“Ayah saya seorang akademisi hukum, dan ibu saya seorang pegawai negeri. Mereka selalu mendukung dan memberikan nasihat berharga yang memotivasi saya untuk terus berusaha mencapai yang terbaik,” tambahnya.

Sebagai pesan kepada mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan studi, Daffa menyarankan agar mereka tidak takut membuat kesalahan, karena itu adalah bagian dari proses pembelajaran.

“Tetap fokus, konsisten, dan ingat bahwa dukungan dari teman, keluarga, serta dosen adalah aset penting dalam perjalanan akademik kita,” tandasnya.

Daffa kini berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, sembari mencari peluang kerja yang relevan dengan bidang keahliannya. Ia bercita-cita untuk bekerja dalam lingkungan yang multikultural dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement