KENDARI, TERASSULTRA.COM – Usianya baru 11 tahun, namun langkahnya sudah menembus panggung mode bergengsi dunia. Zayyanah Dzatil Izzah, atau akrab disapa Chaca, menjadi model asal Sulawesi Tenggara (Sultra) pertama yang tampil di ajang Paris City Fashion Week 2025, mewakili Indonesia di antara deretan peragawati dari berbagai negara.
Anak dari pasangan Syafruddin dan Rosnaena itu tampil memukau di panggung mode yang digelar di Paris, Prancis, pada 4 Oktober 2025. Dengan penuh percaya diri, Chaca membawakan busana tenun Melayu rancangan desainer asal Malaysia, Benjaming Toong, dan berhasil mencuri perhatian penonton internasional.
“Pengalaman ikut berbagai lomba di tingkat lokal dan nasional membuat Chaca lebih siap. Meski bersaing dengan model dari banyak negara, ia bisa menampilkan performa terbaik,” ungkap Rosnaena, ibunda Chaca, saat dihubungi media ini, Rabu (15/10/2025).
Perjalanan Chaca di dunia modeling dimulai sejak usia lima tahun. Ia pertama kali tampil di ajang Indo Top Model tahun 2020 dan langsung menyabet predikat Icon of the Year. Sejak itu, berbagai prestasi terus diraihnya di tingkat provinsi maupun nasional.
Pada tahun 2021, Chaca menjuarai Putri Citra Sultra dan meraih juara dua di tingkat nasional. Tahun 2023, ia menjadi Winner Grand Run Way Indo tingkat provinsi dan Second Runner Up The Best Ethnic Costume tingkat nasional. Setahun kemudian, prestasinya makin bersinar dengan gelar Winner dan Juara Umum Pesona Batik Nusantara 2024, serta The Best of The Best Wastranesia Indonesia di ajang Indonesia Model Look.
Puncaknya, di tahun 2025, Chaca terpilih sebagai The Champion IFP Model Hunt sekaligus Icon Indonesia Fashion Parade 2025.
“Setiap tampil, Chaca selalu membawa ciri khas tenunan daerah Kabupaten Bombana. Ia bangga mengenakan karya lokal dengan sentuhan elegan di panggung nasional maupun internasional,” kata Rosnaena.
Keberhasilan Chaca tidak datang begitu saja. Ia mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Ketua Dekranasda Kabupaten Bombana, A. Nirwana Tafdil, Kadis Pariwisata Bombana Annisa Sri Prihatin, hingga Kadis Pariwisata Sultra Beli HT dan Anggota DPR RI Tina Nur Alam.
Selain tampil di Paris, Chaca juga kerap membawakan karya desainer nasional seperti Athan Siahaan, yang mempercayakan koleksinya untuk Chaca tampilkan di berbagai ajang bergengsi mulai dari CIMB Malaysia 2022, MITEC Malaysia 2023, hingga Malaysia Fashion Week 2025.
“Dari sanalah Chaca banyak berinteraksi dengan desainer dan muse internasional, hingga akhirnya mendapat kepercayaan dari Benjaming Toong untuk tampil di Paris Fashion Week,” jelas Rosnaena.
Meski kariernya melesat cepat, keluarga tetap menanamkan nilai sederhana kepada Chaca. Rosnaena mengaku tak pernah memaksa anaknya mengejar gelar juara.
“Yang utama bagi kami adalah menumbuhkan rasa percaya diri dan melatih keterampilan. Kalau Chaca menang, itu bonus,” paparnya.
Chaca juga dikenal aktif di berbagai bidang. Ia belajar tari di Sanggar 8 Art asuhan Sukrin Suhadi dan Campudonna di bawah bimbingan Wa Ode Alfida Hanafi. Ia bahkan pernah tampil mewakili Sultra di ajang Solo International Performing Art (SIPA) dan Hari Tari Nasional di Jakarta. Di bidang sastra dan musik, Chaca diasuh oleh Kaka Aulia untuk puisi dan Gustaf & Aya untuk vokal.
“Yang penting Chaca tidak lupa sekolah, disiplin beribadah, dan berakhlak baik. Kami ingin ia tumbuh menjadi anak yang bertalenta sekaligus berkarakter,” tegas Rosnaena.
Dengan demikian, Rosnaena menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberi dukungan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua Dekranasda Provinsi Sultra Arinta Sumangerukka, Beli HT, Ibu Tina Nur Alam, desainer Athan Siahaan, Benjaming Toong, Om Amir Malik, Viar, Herman, dan Akbar Tan, serta para coach Chaca di Are Academy seperti Fardan dan Rayyan. Semoga dukungan mereka menjadi ladang pahala di akhirat,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar