KOLAKA, TERASSULTRA.COM – Kedatangan tenaga kerja asing asal China di Kabupaten Kolaka kembali menjadi perhatian publik setelah video rombongan pekerja membawa koper di Bandara Tanggetada beredar luas di media sosial. Warga mempertanyakan alasan masuknya TKA di tengah tingginya kebutuhan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Rekaman berdurasi sekitar 50 detik yang beredar luas di media sosial sejak Jumat, 15 Mei 2026, memperlihatkan rombongan pria membawa koper saat tiba di Bandara Tanggetada.
Narasi dalam video itu menyebut para pekerja asing tersebut akan bekerja di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP).
“Kedatangan tenaga kerja asing dari China di Bandara Tanggetada, mau kerja di PT IPIP,” beber suara pria dalam video yang beredar di Facebook.
Video tersebut dengan cepat memancing reaksi warganet. Di tengah tingginya angka pengangguran dan sulitnya lapangan kerja di daerah, kedatangan TKA kembali memunculkan kegelisahan masyarakat, terutama tenaga kerja lokal yang merasa semakin tersisih di daerahnya sendiri.
“Meresahkan masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal Kabupaten Kolaka,” kata perekam video itu.
Sejumlah warga menilai arus masuk pekerja asing di kawasan industri smelter dan hilirisasi nikel di Kolaka mulai menjadi persoalan serius yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah maupun perusahaan.
Mereka mempertanyakan jenis pekerjaan yang diisi para TKA serta alasan kebutuhan tenaga kerja asing terus meningkat di tengah banyaknya pencari kerja lokal.
“Kalau memang tenaga lokal mampu, kenapa masih terus mendatangkan pekerja dari luar negeri?” jelas salah seorang warga Kolaka yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan terhadap keberadaan TKA di kawasan industri PT IPIP sebenarnya bukan hal baru. Pada Oktober 2025 lalu, jumlah pekerja asing di kawasan tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah data yang beredar menunjukkan terdapat sekitar 1.681 TKA bekerja di area industri PT IPIP.
Lonjakan jumlah pekerja asing itu kala itu memicu perdebatan terkait pengawasan tenaga kerja, transfer teknologi, hingga komitmen perusahaan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Di media sosial, sebagian masyarakat bahkan mulai mempertanyakan keberpihakan pemerintah daerah terhadap pekerja lokal di tengah masifnya investasi industri pengolahan nikel di Sultra.
“Jangan sampai daerah hanya jadi penonton di tanah sendiri,” tulis salah satu akun dalam kolom komentar unggahan video tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari pihak PT Indonesia Pomalaa Industry Park terkait video kedatangan TKA tersebut maupun jumlah pekerja asing yang baru tiba di Kolaka.
Penulis: Arsya


















Komentar