KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menerapkan kebijakan baru berbasis edukasi lingkungan.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mewajibkan siswa mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP melakukan aksi pungut sampah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Program ini dijalankan secara serentak di seluruh sekolah dengan durasi sekitar 15-20 menit setiap pagi.
Walikota Siska menegaskan, kebijakan tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.
“Anak-anak kita perlu dibiasakan mencintai kebersihan sejak kecil. Kegiatan ini bukan hukuman, tetapi pendidikan karakter agar mereka tumbuh dengan kesadaran menjaga lingkungan,” ungkapnya, Kamis (5/2/2026).
Tak hanya menyasar pelajar, kewajiban serupa juga berlaku bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Kendari. Para ASN diminta melakukan aksi pungut sampah setiap Senin hingga Jumat sebelum memulai aktivitas kerja di kantor maupun di area sekitar instansi.
Menurut Siska, keterlibatan ASN penting sebagai contoh nyata bagi masyarakat.
“Kalau pemerintah ingin masyarakat disiplin menjaga kebersihan, maka ASN harus menjadi teladan lebih dulu. Gerakan ini harus dimulai dari kita,” jelasnya.
Dengan demikian, ia berharap kebijakan tersebut mampu membangun budaya bersih secara kolektif sekaligus menekan volume sampah di ruang publik.
“Ini gerakan bersama. Ketika siswa, ASN, dan masyarakat bergerak serentak, Kendari bisa menjadi kota yang lebih bersih dan sehat,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar