KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memastikan akan mengecek langsung dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum guru SMPN 9 Kendari terhadap siswa dengan modus sumbangan menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Segera kami cek,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/8/2025).
Sebelumnya, SKI juga menegaskan tidak akan mentolerir praktik pungli di dunia pendidikan dan akan menindak tegas jika terbukti.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, Saemina, mengatakan pihaknya siap memproses laporan tersebut.
“Ini baru dugaan. Kalau bisa, kami diberikan nama oknum guru itu supaya bisa diproses,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik. Legislator dari Dapil Kambu-Baruga itu akan merekomendasikan Dikbud menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terlibat.
“Jangan sampai dunia pendidikan kita ternodai oleh praktik-praktik seperti ini,” tegasnya.
Dugaan pungli ini bermula dari keluhan salah satu orang tua murid yang mengaku diminta sumbangan seikhlasnya, namun justru dipatok nominal tertentu. Sumbangan tersebut disebut digunakan untuk membeli kebutuhan perayaan HUT RI di sekolah.
“Kita disuruh menyumbang seikhlasnya, tapi setelah dikasih, malah dibilang kurang,” ungkap orang tua siswa.
Ia menilai permintaan sumbangan seharusnya mempertimbangkan kemampuan orang tua murid, apalagi sekolah sudah menerima Dana BOS yang bisa digunakan untuk kegiatan.
Lebih jauh, orang tua siswa itu mengaku geram lantaran setiap siswa yang menyerahkan sumbangan difoto sambil memegang uang.
“Tidak semua anak di sekolah itu dari keluarga mampu. Apalagi difoto seperti itu, bisa mengganggu mental anak,” paparnya.
Menanggapi hal itu, Kepala SMPN 9 Kendari, Mansur Makoni, memastikan akan menelusuri kasus ini.
“Akan kami cari tahu siapa oknum guru itu dan kami beri teguran, supaya tidak terulang,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar