SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari Ekobis

Wali Kota Kendari Sisir UMKM, Siapkan Produk Lokal Sambut UCLG ASPAC 2026

Ski 27
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memperlihatkan produk lokal untuk menyambut UCLG ASPAC 2026. FotoAndri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyiapkan strategi tak biasa untuk menyambut ajang internasional UCLG ASPAC 2026. Alih-alih sekadar menjadi tuan rumah, pemerintah kota memilih menjadikan produk lokal khususnya tenun sebagai wajah yang akan dibawa pulang para tamu mancanegara.

Langkah itu mulai terlihat saat Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, melakukan kunjungan ke sejumlah sentra kerajinan pada Kamis, 2 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah tak hanya melakukan pembinaan, tetapi juga langsung memesan produk tenun untuk dijadikan goodie bag bagi tamu kehormatan.

“Ini bukan hanya soal cendera mata, tetapi bagaimana produk lokal kita bisa dikenal dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Salah satu titik yang disorot adalah The King Tenun di kawasan PDAM Rahandouna. Di sana, Wali Kota Siska mengapresiasi kualitas tenun yang dihasilkan pengrajin muda, yang dinilai memiliki karakter kuat dan layak bersaing di pasar yang lebih luas.

Kunjungan itu merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi expo UCLG ASPAC. Pemerintah ingin memastikan produk yang ditampilkan tak hanya menarik secara visual, tetapi juga konsisten dari sisi kualitas dan produksi.

“Kita ingin produk unggulan Kendari tampil optimal di ajang internasional. Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ungkap Wali Kota Siska.

Rangkaian kunjungan dimulai dari Rumah Rupa milik Chairil Anwar yang memproduksi kerajinan tangan, dilanjutkan ke Ariesta (Hombis) dengan anyaman berbahan rotan, pandan, dan mendong, hingga ke Hati Mulia di BTN PNS yang mengembangkan anyaman nentu. Kunjungan ditutup di Ina Mandiri, Tobimeita, yang juga memproduksi tenun khas daerah.

Di setiap lokasi, Wali Kota Siska tak hanya melihat proses produksi, tetapi juga memetakan kebutuhan pengrajin, mulai dari peningkatan kualitas hingga dukungan alat produksi.

“Kita ingin pengrajin kita tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mandiri, termasuk dalam penyediaan alat produksi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Siska mendorong peran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) agar lebih aktif dalam mengembangkan produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Sinergi lintas organisasi perangkat daerah pun ditekankan sebagai kunci keberhasilan.

“Target kita jelas, bukan hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat di UCLG ASPAC,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement