KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran melakukan perombakan besar-besaran di tubuh birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari pada awal 2026.
Sejumlah pejabat eselon II, III, dan IV, camat, hingga kepala sekolah resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya untuk mengisi berbagai posisi strategis di organisasi perangkat daerah (OPD).
Pelantikan yang digelar di awal tahun ini menandai dimulainya babak baru penataan birokrasi di Kota Kendari. Langkah tersebut sekaligus memutus pola lama birokrasi yang dinilai terlalu nyaman dan kurang responsif terhadap dinamika pelayanan publik.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Siska Karina Imran menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen untuk memastikan birokrasi berjalan adaptif dan berorientasi pada kinerja.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Birokrasi harus lincah, disiplin, dan siap menghadapi tantangan. Jabatan adalah amanah yang menuntut kesiapan mental dan integritas,” ungkapnya, Selasa (6/1/2026).
Siska Karina Imran menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat struktural, harus siap ditempatkan kapan pun dan di mana pun sesuai kebutuhan organisasi.
“Saya ingin mengubah pola pikir. ASN, apalagi pejabat, harus siap bekerja dalam segala situasi. Tidak ada ruang untuk memilih-milih jabatan atau waktu,” jelasnya.
Selain itu, Ia juga mengingatkan bahwa jabatan bukan ditentukan oleh kedekatan personal, melainkan oleh kapasitas dan tanggung jawab.
“Jabatan bukan soal jaringan atau siapa yang membekingi. Ini soal kinerja, etika, dan kesungguhan dalam melayani. Kalau tidak siap bekerja dengan ikhlas, silakan menilai ulang pilihan untuk berada di birokrasi,” tandasnya.
Untuk diketahui, salah satu pejabat yang mendapat perhatian dalam pelantikan tersebut adalah Ruli, yang ditetapkan sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari. Jabatan ini memiliki kekhususan karena pengangkatannya dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri, bukan oleh Wali Kota.
Selain Disdukcapil, sejumlah jabatan strategis lainnya juga mengalami rotasi dan promosi, mulai dari kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang, hingga pejabat administrator dan pengawas. Penataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Kendari menginginkan birokrasi yang patuh pada sistem, bekerja sesuai kewenangan, dan berorientasi pada hasil.
Penulis: Andri


















Komentar