SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Wali Kota Kendari Resmikan Bank Sampah, Dorong Ekonomi Sirkular Warga

Siska 24
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memberikan sambutan dalam peresmian bank sampah merah putih. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dalam rangka memperkuat ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga kembali ditegaskan Pemerintah Kota Kendari melalui peresmian Bank Sampah Merah Putih di Perumnas Poasia, Kelurahan Wundumbatu, Sabtu (6/12/2025).

Peresmian yang dipimpin langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran itu berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan warga, perangkat pemerintah, hingga para ketua RT/RW.

Wali Kota Siska menegaskan bahwa bank sampah bukan sekadar program lingkungan, tetapi juga instrumen ekonomi baru bagi masyarakat.

“Sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai, sekarang bisa menjadi sumber pendapatan. Kalau dikelola dengan benar, ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga,” tegasnya.

Bank Sampah Merah Putih menampung berbagai jenis sampah bernilai jual seperti botol plastik, kardus, kaleng, serta material daur ulang lainnya. Sementara sampah residu yang tak dapat diolah tetap diarahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Siska mengajak warga untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih komprehensif, termasuk sampah organik.

“Kita ingin setiap rumah punya cara mengelola sampahnya, salah satunya dengan biopori. Sampah organik bisa jadi kompos, jadi pupuk. Jadi tidak ada lagi sampah yang sia-sia,” ungkapnya.

Kemudian ia menyinggung keberhasilan bank sampah mandiri di Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat. Program yang digerakkan warga setempat itu berhasil menjadi contoh nyata bagaimana sampah bisa menjadi sumber tabungan keluarga

“Masyarakat di Watu-Watu sudah buktikan. Mereka punya buku tabungan sampah. Setiap botol, kardus, dan kaleng yang mereka setorkan tercatat dengan baik dan bernilai,” urainya.

Selain itu, Wali Kota Siska mengatakan bahwa Pemkot Kendari kini tengah menyiapkan sistem digitalisasi pengelolaan bank sampah bekerja sama dengan pihak perbankan. Langkah ini memungkinkan warga mengecek saldo hasil penjualan sampah hanya melalui ponsel.

“Digitalisasi ini memudahkan masyarakat, memastikan transparansi, dan membuat layanan semakin modern,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement