SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

UCLG ASPAC 2026: Kesempatan Kota Kendari Menarik Investasi Global

Pemkot 22
Foto istimewa

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Penunjukan Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra)sebagai tuan rumah penyelenggaraan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) 2026 membuka peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, forum ini menjanjikan investasi dan jejaring internasional. Di sisi lain, ia menjadi ujian kesiapan kota dalam menyambut dunia.

Forum yang akan berlangsung pada 6-9 Mei 2026 itu merupakan bagian dari jejaring UCLG ASPAC, organisasi yang menghimpun ribuan pemerintah daerah di kawasan Asia-Pasifik. Organisasi ini adalah bagian dari United Cities and Local Governments (UCLG), jaringan global yang selama ini menjadi ruang diplomasi kota-kota di dunia.

Dengan cakupan lebih dari 7.000 pemerintah daerah dan representasi populasi sekitar 3,76 miliar jiwa, UCLG ASPAC bukan sekadar forum diskusi biasa. Ia adalah ruang tawar-menawar gagasan, kepentingan, sekaligus masa depan kota.

Tema yang diusung tahun ini “Advancing Sustainable Tourism for a Resilient Future and Inclusive Economy” menggambarkan arah bagaimana kota-kota bertahan di tengah tekanan global, sembari tetap tumbuh secara inklusif.

Di dalamnya, isu pariwisata berkelanjutan menjadi pintu masuk. Namun pembahasan meluas ke sektor lingkungan, kesehatan, hingga kelautan dan perikanan bidang yang relevan dengan karakter Kendari sebagai kota pesisir.

Penunjukan Kota Kendari sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Kota Bertaqwa ini dinilai memiliki kombinasi antara potensi dan kesiapan sebagai daerah berkembang di Indonesia Timur.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, disebut telah melakukan berbagai langkah persiapan, mulai dari koordinasi dengan sekretariat UCLG ASPAC hingga memastikan kesiapan teknis di lapangan.

Langkah itu mencakup pelatihan liaison officer (LO), penyediaan penerjemah, hingga penataan lokasi kegiatan dan peningkatan layanan bagi tamu internasional.

Di saat yang sama, dukungan lintas sektor juga mulai terlihat mulai dari pemerintah pusat hingga dunia usaha, termasuk penguatan kerja sama internasional seperti program sister city dengan Xi’an.

Bagi masyarakat, forum ini berpotensi menghadirkan efek berantai. Ratusan delegasi dari berbagai negara diperkirakan hadir, membawa dampak langsung pada sektor perhotelan, transportasi, hingga kuliner.

Tak hanya itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendapat ruang promosi yang lebih luas, terutama untuk produk lokal dan budaya daerah.

Perputaran ekonomi jangka pendek menjadi salah satu manfaat yang paling kasat mata. Namun, dampak jangka panjangnya bisa jauh lebih signifikan.

Forum seperti UCLG ASPAC pada dasarnya adalah panggung diplomasi antarkota. Di sinilah peluang investasi mulai terbuka baik dari luar negeri maupun domestik.

Sektor yang berpotensi dilirik mencakup pariwisata, infrastruktur, hingga ekonomi kreatif. Jika dikelola dengan tepat, momentum ini bisa menjadi pintu masuk bagi Kendari untuk naik kelas dalam peta kota global.

Lebih dari itu, jejaring kerja sama internasional yang terbentuk dapat menjadi fondasi bagi kolaborasi lintas sektor di masa depan.

Namun, menjadi tuan rumah forum internasional juga berarti membawa ekspektasi besar. Kota Kendari tidak hanya dituntut mampu menyelenggarakan acara dengan baik, tetapi juga menunjukkan kapasitas sebagai kota yang siap berkolaborasi dan berinovasi.

Jika berhasil, kota ini tak sekadar dikenang sebagai lokasi pertemuan, melainkan sebagai pemain baru dalam jaringan kota dunia. Dengan demikian, UCLG ASPAC 2026 adalah ujian sekaligus peluang bagi Kota Kendari untuk membuktikan diri di panggung internasional.

Rilis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement