KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul terjadinya penumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) dalam beberapa hari terakhir.
Pemkot memastikan kondisi tersebut bukan akibat kelalaian, melainkan dipicu oleh sejumlah kendala teknis yang terjadi secara bersamaan di lapangan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama adalah proses peralihan kewenangan pengelolaan kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) ke pihak kecamatan.
“Peralihan tanggung jawab ini tentu membutuhkan waktu. Petugas teknis di lapangan masih menyesuaikan pola kerja, termasuk sistem pengangkutan sampah yang kini dikelola oleh kecamatan,” ungkapnya, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, masa transisi tersebut berdampak pada belum optimalnya ritme pengangkutan sampah di sejumlah titik, terutama di kawasan dengan volume sampah tinggi.
Selain faktor kelembagaan, kendala operasional juga turut memperburuk kondisi. Sahuriyanto mengungkapkan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk armada pengangkut sampah belum sepenuhnya terpenuhi akibat proses administrasi di awal tahun anggaran.
“Di awal tahun, memang ada tahapan administrasi yang harus dilalui. Penyediaan BBM belum sepenuhnya rampung, sehingga operasional armada pengangkut sampah sempat terganggu,” katanya.
Tak hanya itu, momentum libur Tahun Baru juga ikut berkontribusi terhadap menumpuknya sampah di sejumlah TPS. Sebagian petugas pemungut dan pengangkut sampah tengah menjalani masa libur, sementara produksi sampah rumah tangga tetap meningkat.
“Petugas kami juga manusia, mereka menikmati libur Tahun Baru. Di sisi lain, volume sampah masyarakat tetap tinggi. Kombinasi inilah yang menyebabkan penumpukan di beberapa TPS,” urai Sahuriyanto.
Meski demikian, Pemkot Kendari memastikan bahwa langkah-langkah percepatan penanganan telah dilakukan. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terus diperkuat agar pengangkutan sampah kembali berjalan normal.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Saat ini kami terus melakukan pembenahan agar pengelolaan sampah bisa kembali optimal dan kejadian serupa tidak terulang,” tandas Sahuriyanto.
Penulis: Andri


















Komentar