SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

Tindak Tegas Pelanggar Jalanan, Dirlantas Polda Sultra Pimpin Langsung Patroli

Polda 1
Polda Sultra saat menindak tegas pelanggar jalanan. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Suasana malam akhir pekan di Kota Kendari mendadak berubah tegang. Sirene polisi meraung, lampu rotator berkedip di tengah gelapnya malam menandai dimulainya Patroli Skala Besar yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu malam (26/7/2025).

Bukan sekadar rutinitas, patroli ini dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol Argowiyono sebagai bagian dari rangkaian Operasi Patuh Anoa 2025 yang digelar serentak sejak pertengahan Juli.

Apel siaga digelar tepat pukul 23.00 WITA di halaman Kantor PJR Polda Sultra, menandai awal dari operasi yang melibatkan gabungan kekuatan dari Ditlantas, Samapta, Dinas Perhubungan, serta Polisi Militer TNI. Target utama, titik-titik rawan pelanggaran lalu lintas dan gangguan kamtibmas, termasuk aksi balap liar yang kian meresahkan masyarakat.

“Kami mendengar langsung keresahan warga soal bisingnya knalpot brong dan aksi kebut-kebutan yang mengancam keselamatan. Ini adalah respons konkret kami,” tegas Kombes Argowiyono saat memimpin apel.

Sepanjang patroli yang berlangsung hingga dini hari, petugas menemukan berbagai pelanggaran mencolok. Mulai dari penggunaan knalpot brong, kendaraan tanpa plat nomor, hingga pengendara yang abai terhadap kewajiban helm.

Tindakan tegas langsung diberlakukan. Di kawasan Eks MTQ Kendari yang selama ini kerap menjadi arena balap liar dadakan personel gabungan melakukan razia menyeluruh. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat diamankan karena menggunakan perangkat yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Penindakan tetap kami lakukan secara proporsional dan edukatif. Tujuan utama adalah membangun kesadaran, bukan sekadar memberi efek jera,” paparnya.

Tak hanya itu, Kombes Argowiyono menekankan pentingnya keseimbangan antara penindakan dan pendekatan humanis dalam operasi lapangan. Ia meyakini bahwa transformasi budaya berlalu lintas tidak cukup hanya dengan sanksi, tetapi juga harus dibarengi pemahaman dan edukasi menyeluruh.

“Kita tidak ingin hanya hadir saat ada pelanggaran. Kita ingin hadir sebelum pelanggaran terjadi melalui edukasi dan kehadiran yang konsisten di tengah masyarakat,” paparnya.

Operasi Patuh Anoa 2025 telah berlangsung sejak 14 Juli dan akan berakhir pada 27 Juli 2025. Selama dua pekan, jajaran Ditlantas Polda Sultra telah menjangkau berbagai wilayah dengan pendekatan preventif dan represif secara berimbang.

Operasi ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas, menurunkan risiko kecelakaan, dan menciptakan ruang jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Patuh lalu lintas bukan hanya soal aturan, tapi soal menjaga nyawa kita sendiri dan orang lain. Jalan bukan tempat adu nyali,” tandas Kombes Argowiyono.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement