SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pemkot Kendari

Teguhkan Nilai Kebangsaan, Wali Kota Kendari Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

Screenshot 20250601 132527 Chrome
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memimpin upacara peringatan hari lahir pancasila. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dengan khidmat di halaman Kantor Balai Kota Kendari, Minggu (1/6/2025).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), serta unsur TNI dan Polri.

Kegiatan ini diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Kota Kendari. Selanjutnya, Ketua DPRD, LM. Inarto membacakan teks Pancasila, sementara Pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh Asisten I Setda Kota Kendari.

Wali Kota Siska Karina Imran membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk menguatkan kembali fondasi kebangsaan yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Ia adalah jiwa bangsa, napas kebersamaan kita sebagai negara yang beragam,” bebernya di hadapan peserta upacara.

Dalam kesempatan itu, Siska Karina Imran mengatakan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari derasnya arus globalisasi, ancaman radikalisme, hingga maraknya disinformasi di ruang digital. Menurutnya, dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, masyarakat tidak boleh kehilangan pijakan ideologis.

“Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi perubahan zaman. Nilainya relevan dan aplikatif, tidak hanya di atas podium, tapi dalam kebijakan, ruang pendidikan, birokrasi, hingga media sosial,” tegasnya.

Tak hanya itu, Siska juga menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai sektor kehidupan. Ia menyoroti dunia pendidikan sebagai ruang strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan bermoral.

“Pendidikan harus mencetak generasi yang punya kompas moral. Anak-anak kita harus tumbuh dengan semangat gotong royong, toleransi, dan kejujuran, bukan sekadar mengejar nilai akademik,” jelasnya.

Di sektor pemerintahan dan ekonomi, ia mengajak seluruh aparatur negara untuk mengimplementasikan prinsip keadilan sosial dalam setiap kebijakan publik. Ia juga menggarisbawahi pentingnya dukungan konkret terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Pembangunan harus inklusif. Jangan ada kelompok yang tertinggal. Pancasila mengajarkan kita untuk berbagi, untuk memastikan kesejahteraan menjangkau semua lapisan,” ungkapnya.

Pada aspek digital, Wali Kota Kendari mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Menurutnya, ruang digital bukanlah ruang bebas nilai, dan Pancasila harus menjadi panduan dalam setiap narasi yang dibangun.

“Kita tidak boleh membiarkan ruang digital menjadi arena kebencian. Setiap unggahan, komentar, dan konten harus mencerminkan nilai kemanusiaan dan persatuan,” tuturnya.

Untuk itu, Siska Karina Imran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menghafalkan lima sila Pancasila, tetapi menghidupkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, di rumah, di tempat kerja, di jalan, dan di dunia maya.

“Mari jadikan Hari Lahir Pancasila ini sebagai refleksi kebangsaan. Kita perkuat komitmen bersama untuk membangun Indonesia yang adil, inklusif, dan bermartabat,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement