SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemkot Kendari

Sisihkan Gaji untuk Baznas, Kecamatan Puuwatu Raih Juara I Unit Pengumpul Zakat Terbanyak se-Kota Kendari

Ski 10
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menyalurkan Baznas kepada warga di Kecamatan Puuwatu. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Langkah inovatif dalam membangun kesadaran zakat di lingkungan birokrasi membuahkan hasil positif bagi Kecamatan Puuwatu. Di bawah kepemimpinan Camat Sainul Latief, Kecamatan Puuwatu sukses meraih penghargaan sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terbanyak se-Kota Kendari tahun 2024.

Penghargaan ini diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan ASN Kecamatan Puuwatu dalam pengumpulan zakat dan infak melalui mekanisme yang tertata secara internal dan berbasis pada prinsip keikhlasan.

IMG 20250722 WA00231 1 scaled

Camat Puuwatu Sainul Latief saat menyalurkan Baznas kepada masyarakat. Foto Andri

Dalam praktiknya, ASN di lingkup Kecamatan Puuwatu sepakat menyisihkan sebagian penghasilannya khususnya dari komponen Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk disalurkan melalui Baznas Kota Kendari. Inisiatif ini telah berlangsung sejak 2023, dan semakin meningkat kontribusinya hingga puncaknya pada 2024.

“Potensi zakat dari individu ASN sebenarnya sangat besar. Namun, dalam implementasinya memang sangat bergantung pada kesadaran dan keikhlasan. Kami di Kecamatan Puuwatu mencoba membangun ruang diskusi dan kesepakatan bersama agar penghasilan kita juga memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Camat Puuwatu, Sainul Latief, saat ditemui usai menerima piagam penghargaan dari Baznas Kota Kendari, Selasa (22/7/2025).

Screenshot 20250722 164356 WhatsApp

Piagam penghargaan kepada Kecamatan Puuwatu sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terbanyak se-Kota Kendari tahun 2024. Foto Andri

Menurut mantan Jurnalis itu, pendekatan yang digunakan dalam membangun semangat zakat di kalangan ASN bukan dengan paksaan, melainkan melalui edukasi dan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan.

“Kami tidak pernah mewajibkan. Ini murni kesepakatan, dan bahkan inisiatif muncul dari para pegawai sendiri. Mereka sadar bahwa sebagian dari rezeki yang mereka terima ada hak orang lain di dalamnya,” terangnya.

Meski jumlah ASN di Kecamatan Puuwatu terbilang tidak besar hanya sekitar puluhan orang namun komitmen dan keikhlasan yang ditunjukkan membuat capaian zakat yang dikumpulkan jauh melampaui kecamatan-kecamatan lain di Kota Kendari.

IMG 20250722 WA0082 scaled

Warga Kecamatan Puuwatu saat menerima bantuan Baznas. Foto Andri

“Jumlah kami memang tidak banyak, tapi Insyaallah niatnya sama: membantu sesama. Insentif yang kami terima sebagian disalurkan untuk kemaslahatan masyarakat melalui Baznas. Kalau itu bisa menyekolahkan anak yatim, membantu orang sakit, atau membangun fasilitas umum, maka itu jauh lebih bernilai daripada hanya untuk kepentingan pribadi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Sainul berharap gerakan serupa bisa ditiru oleh instansi lain, baik di lingkup kecamatan maupun OPD tingkat kota.

“Zakat bukan sekadar transfer uang. Ia adalah jembatan kepedulian sosial dan bentuk nyata dari keimanan. Kalau seluruh ASN menyisihkan sebagian dari penghasilannya dengan ikhlas, maka sangat banyak masyarakat miskin yang bisa terbantu,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement