KENDARI, TERASSULTRA.COM – Gerakan memilah dan menyetorkan sampah anorganik yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai menunjukkan hasil.
Sepanjang September 2026, setoran sampah dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan sekolah mencapai 23.675,9 kilogram atau sekitar 23,6 ton.
Dari sampah yang dikumpulkan tersebut, nilai ekonominya mencapai Rp39.810.171. Angka itu menunjukkan bahwa sampah yang selama ini berakhir sebagai limbah masih dapat memberikan nilai ekonomi jika dipilah sejak dari sumbernya.
Setoran terbesar berasal dari OPD. Sepanjang September, sampah yang disetorkan mencapai 17.851,7 kilogram dengan nilai ekonomi Rp30.255.260.
Sementara sekolah menyumbang 5.824,1 kilogram sampah dengan nilai Rp9.554.911.
Jika digabungkan, total setoran dari OPD dan sekolah mencapai 23.675,9 kilogram dengan nilai Rp39.810.171.
Capaian tersebut melampaui target minimal program yang menyasar 10.505 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kendari. Setiap ASN ditargetkan menyetorkan sedikitnya 2 kilogram sampah anorganik terpilah setiap bulan.
Dengan jumlah tersebut, target minimal setoran ASN mencapai sekitar 21.010 kilogram per bulan. Realisasi September berarti lebih tinggi 2.665,9 kilogram dari target minimal.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan program tersebut bukan sekadar gerakan mengumpulkan sampah. ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.
“Kalau 10.000 orang kali dua, hampir 20.000 kilogram sampah di Kota Kendari kita kumpulkan dalam waktu sebulan. Itu paling kurang. Berarti kita sudah membantu petugas kebersihan dan sudah membersihkan wilayah kita,” ungkapnya.
Ia mengatakan persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengangkut limbah menuju tempat pemrosesan akhir (TPA). Pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya dengan memilah barang yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Siska meminta gerakan bank sampah diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Camat dan lurah didorong mengajak masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta instansi vertikal untuk menjalankan gerakan serupa.
“Pilahlah dari sumbernya, manfaatkan yang masih bernilai, dan sebisa mungkin kurangi sampah yang terbuang ke TPA,” katanya.
Sampah yang dapat disetorkan melalui program tersebut antara lain botol plastik, botol deterjen dan sampo, wadah makanan, kertas HVS, buku, kardus, kaleng, besi tua, seng, hingga sisa kabel.
Pemkot Kendari menggandeng CV Jaya Subur sebagai mitra penampung sampah anorganik hasil setoran ASN. Sampah yang disetorkan dapat dicatat sebagai tabungan atau ditukar langsung dengan uang tunai.
Siska meminta gerakan tersebut dijalankan secara konsisten setiap Jumat selama jam kerja. Ia tidak ingin program bank sampah berhenti sebagai agenda administratif tanpa perubahan perilaku.
“Jangan sampai ini hanya menjadi program kerja di atas kertas. Jadikan bank sampah sebagai gerakan hati dan tindakan nyata kita bersama untuk mewujudkan Kota Kendari yang bersih, sehat dan berkelanjutan,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar