KENDARI, TERASSULTRA.COM – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, kembali turun ke tengah masyarakat guna menjaring aspirasi dari tingkat bawah. Kali ini, politisi Partai Golkar itu menggelar reses masa sidang III di Lorong Waleale, RT 16/RW 5, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Rabu (25/6/2025).
Berbaur bersama warga dari berbagai kalangan, Rajab Jinik memanfaatkan momen itu untuk mendengarkan kebutuhan nyata yang selama ini belum sepenuhnya tersentuh pembangunan daerah. Suasana reses terasa penuh semangat dan keakraban.
Puluhan warga dari berbagai lapisan mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, pelaku usaha kecil, hingga tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, silih berganti menyuarakan kebutuhan dan harapan mereka. Ada yang mengeluhkan soal jalan lingkungan yang belum memadai, penerangan lampu jalan yang belum merata, hingga kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga pendidik di tingkat kelurahan.
Rajab Jinik yang berdiri di tengah-tengah warga, dengan seksama mendengarkan dan merespons kebutuhan tersebut. Dalam sambutannya, ia menjadikan reses ini sebagai bukti bahwa wakil rakyat memang harus hadir bersama masyarakat, bukan hanya menerima laporan dari balik meja kerja.
“Reses ini bukan soal hadir dan mendengar saja, tetapi soal membawa pulang kebutuhan dan aspirasi warga untuk dijadikan kerja nyata. Kita perlu memastikan bahwa setiap kebutuhan yang disuarakan ini masuk dalam agenda prioritas pembangunan daerah. Inilah bentuk kerja nyata dari seorang wakil rakyat,” tegasnya.

Warga sangat antusias mengikuti reses yang digelar Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik. Foto Andri
Sejumlah kebutuhan yang disuarakan warga memang sangat mendasar, mulai dari soal infrastruktur hingga pelayanan publik. Salah satu kebutuhan yang paling banyak disebutkan ialah perbaikan dan pengaspalan jalan lingkungan yang belum memadai. Ada juga kebutuhan lampu penerangan jalan untuk menjamin keamanan warga di malam hari, hingga pembangunan saluran drainase guna mengantisipasi banjir yang kerap menghantui saat musim hujan.
“Banyak aspirasi dari warga yang perlu dijadikan perhatian bersama, mulai dari kebutuhan infrastruktur, pelayanan kesehatan, tenaga pendidik, hingga soal pelatihan dan bantuan bagi pelaku usaha kecil agar dapat tumbuh dan menopang perekonomian daerah. Itu semua prioritas bagi kami,” ungkapnya.
Namun, bagi Rajab Jinik, reses bukan hanya soal menghimpun aspirasi. Ia menekankan bahwa yang paling krusial dari reses ialah memastikan tindak lanjut dari kebutuhan yang disampaikan oleh warga. Ia pun berjanji akan membawa seluruh masukan dari Padaleu ini ke tingkat pembahasan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar dapat diwujudkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah.
“Tugas kami sebagai wakil rakyat bukan hanya menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan daerah, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan itu betul-betul direalisasikan. Jadi, bukan hanya dicatat, tetapi juga dikawal hingga terealisasi. Kepercayaan yang diberikan masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata dan bukti yang dapat dirasakan,” kata politisi senior Partai Golkar itu.

Terlihat warga sangat antusias mengikuti reses yang digelar Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik. Foto Andri
Saat sesi tanya jawab, warga juga menyuarakan kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga pendidik di tingkat kelurahan. Mereka menilai bahwa pelayanan kesehatan dan kualitas pendidikan belum sepenuhnya menjangkau daerah pinggiran kota seperti Padaleu. Rajab merespons dengan penuh perhatian, mengatakan bahwa kebutuhan ini juga akan menjadi fokus kerja Komisi III yang membidangi infrastruktur dan pelayanan publik.
“Yang paling utama dari reses ini bukan hanya soal menghimpun aspirasi, tetapi soal bagaimana kebutuhan itu dapat diwujudkan dengan kerja nyata dan membawa perubahan positif bagi daerah dan masyarakat yang membutuhkan. Kita ingin daerah ini tumbuh bersama, dan itu hanya dapat dicapai dengan komunikasi yang intens dan kerja bersama dari semua pihak,” jelasnya.
Rajab Jinik sendiri mengaku siap mengawal seluruh aspirasi dari warga Padaleu hingga masuk dalam pembahasan anggaran daerah.
“Pada akhirnya, kerja bersama ini yang dapat membuat daerah kita tumbuh dan berkembang. Aspirasi yang lahir dari tingkat kelurahan ini bukan hanya catatan di atas kertas, tetapi harus menjadi kerja nyata dan bukti bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat dijawab dengan karya dan perubahan,” tandas Rajab Jinik. (adv)


















Komentar