SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekobis

Rp193 Juta Digelontorkan Bank Sultra ke Kabupaten Buton

Bank Sultra 6
Bank Sultra saat menyerahkan CSR bantuan pembangunan rumah ibadah di Buton yang diterima langsung Bupati Alvin Akawijaya Putra. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Di tengah sorotan publik terhadap peran dunia usaha dalam pembangunan daerah, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara kembali menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) senilai Rp193 juta di Kabupaten Buton.

Bantuan tersebut difokuskan pada perbaikan fasilitas rumah ibadah serta peningkatan sanitasi di kawasan permukiman kumuh.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Cabang Bank Sultra Pasarwajo, Kamaluddin Rahim, kepada Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, di Kantor Bupati Buton, Senin (9/2/2026). Acara itu turut disaksikan sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah dan jajaran perangkat pemerintah setempat.

Total dana CSR dialokasikan untuk enam rumah ibadah yang masing-masing menerima Rp30 juta. Bantuan tersebut mencakup renovasi dan pembangunan sejumlah masjid di Kecamatan Wabula, Pasarwajo, hingga Lasalimu Selatan, serta renovasi dapur rumah jabatan Gereja Jemaat Gepsultra di Kelurahan Pasarwajo.

Selain itu, Rp13 juta dialokasikan untuk pengecatan bilik sanitasi bagi 32 unit rumah di kawasan kumuh Daowanowajo III sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk sinergi konkret antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan.

“Kolaborasi seperti inilah yang kita butuhkan untuk mempercepat pembangunan daerah dan mewujudkan visi Buton Bersinar. Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kebersamaan seluruh elemen,” ungkapnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menegaskan bahwa CSR bukan sekadar program formal, melainkan tanggung jawab moral lembaga keuangan daerah.

“Bank Sultra hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra tumbuh kembang masyarakat Sulawesi Tenggara. Dukungan terhadap rumah ibadah dan sanitasi adalah bagian dari upaya membangun kualitas hidup yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat serta memperluas dampak pembangunan berbasis komunitas.

 

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement