SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekobis Pemkot Kendari

DPRD Dukung KPR Subsidi Bank Sultra, Minta Kuota Rumah ASN Kendari Ditambah

Bank
Tower Bank Sultra. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, mengapresiasi program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Sultra Sejahtera yang digagas Bank Sultra bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Menurut politikus Golkar itu, program yang menyediakan kuota awal 100 unit rumah subsidi bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk PNS dan PPPK di Kota Kendari, merupakan langkah positif untuk membantu pegawai yang belum memiliki rumah sendiri.

Ia menilai, kepemilikan rumah masih menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk ASN yang setiap bulan mengandalkan penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Program ini patut kita apresiasi karena memberikan kesempatan kepada ASN, khususnya mereka yang belum memiliki rumah, untuk mendapatkan hunian dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau,” jelasnya, Senin (19/10/2026).

Ketua AMPG Sultra ini mengatakan, penawaran suku bunga tetap 5 persen per tahun dengan uang muka mulai 1 persen dapat menjadi solusi bagi pegawai yang selama ini kesulitan menyiapkan biaya awal untuk membeli rumah.

Meski demikian, ia berharap program tersebut tidak berhenti pada penyediaan kuota awal. Bank Sultra bersama Pemkot Kendari dan BP Tapera perlu memastikan program ini benar-benar menjangkau ASN yang membutuhkan.

“Jangan sampai programnya bagus, tetapi justru tidak bisa diakses oleh pegawai yang paling membutuhkan. Persyaratan, mekanisme pengajuan, hingga kemampuan membayar cicilan harus dijelaskan secara terbuka kepada calon penerima,” katanya.

Untuk itu, ia mendorong Bank Sultra mengevaluasi tingkat penyerapan kuota 100 unit tersebut. Jika permintaan masyarakat tinggi, penambahan kuota perlu diperjuangkan agar semakin banyak ASN di Kota Kendari yang bisa memiliki rumah layak.

Keberadaan 12 pengembang perumahan yang terlibat dalam program ini juga harus diikuti dengan pengawasan terhadap kualitas bangunan, legalitas perumahan, ketersediaan air bersih, akses jalan, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Rumah subsidi jangan hanya terjangkau dari sisi harga dan cicilan, tetapi juga harus layak huni. Lokasi, kualitas bangunan, dan fasilitas dasarnya perlu menjadi perhatian agar masyarakat tidak dirugikan setelah menempati rumah,” tegasnya.

Kemudian, Rajab turut mengapresiasi langkah Bank Sultra yang menyediakan Kredit Program Perumahan (KPP) bagi pengembang, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha di sektor perumahan.

Dengan demikian, ia berharap fasilitas pembiayaan tersebut mampu menggerakkan perekonomian daerah, membuka peluang usaha, serta mendorong pertumbuhan sektor perumahan di Kota Kendari.

“Kalau ekosistem perumahan tumbuh, manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh pembeli rumah, tetapi juga pengembang, pekerja konstruksi, pedagang bahan bangunan, dan pelaku usaha lokal. Ini yang harus kita dorong agar dampaknya terasa bagi perekonomian daerah,” tutupnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengapresiasi dukungan Bank Sultra terhadap pembangunan daerah. Ia juga menyambut baik program KPR FLPP yang dinilai dapat membuka akses kepemilikan rumah bagi ASN.

Kepemilikan rumah menjadi salah satu kebutuhan penting dalam membangun kehidupan keluarga. Namun, harga rumah dan keterbatasan kemampuan finansial masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat untuk memiliki hunian sendiri.

“Rumah memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kehidupan keluarga, membesarkan anak-anak, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement