KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sebuah video berdurasi 57 detik sempat viral di media sosial, memperlihatkan kemacetan panjang di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, pada Rabu, 12 Februari 2025. Kemacetan ini diduga akibat aktivitas kendaraan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.
Menanggapi kejadian ini, dua perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan tersebut, yakni PT Modern Cahaya Makmur (MCM) dan PT Tiara Abadi Sentosa (TAS), segera mengambil langkah cepat untuk mengurai kemacetan. Pihak perusahaan mengklaim telah melakukan pembersihan jalan dan memastikan lalu lintas kembali normal.
Humas PT Modern Cahaya Makmur (MCM), Dedi menegaskan bahwa pihaknya selalu berkomitmen untuk merespons cepat setiap keluhan masyarakat.
“Tadi pihak kami, PT MCM dan PT TAS, langsung turun melakukan pembersihan jalan, dibantu oleh pihak berwenang untuk mengurai kemacetan. Saat ini jalan sudah kembali bisa dilewati dengan normal,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager (GM) PT Tiara Abadi Sentosa (TAS), Hendra, menjelaskan bahwa kemacetan yang terjadi bukan karena kelalaian perusahaan, melainkan akibat kerusakan alat yang tidak terduga.
“Kejadian tadi itu baru pertama kali terjadi. Ada sedikit trouble pada alat kami, sehingga menyebabkan kendaraan tertahan untuk sementara waktu. Namun, kemacetan tidak berlangsung lama karena kami langsung mengambil tindakan,” jelasnya.
Hendra menambahkan bahwa selama ini aktivitas perusahaan selalu memperhatikan kenyamanan masyarakat sekitar dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Setiap selesai aktivitas, kami selalu membersihkan jalan. Biasanya, di sela-sela aktivitas pun kami tetap melakukan pembersihan agar tidak mengganggu mobilitas warga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan bahwa perusahaan tidak hanya beroperasi secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
“Hampir 90 persen tenaga kerja di perusahaan kami berasal dari masyarakat sekitar. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Dengan adanya kejadian ini, PT MCM dan PT TAS menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan memastikan operasional mereka tidak mengganggu aktivitas warga.
“Kami akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara operasional perusahaan dan kepentingan masyarakat. Setiap keluhan akan selalu kami tanggapi dengan cepat agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan,” tutup Hendra.
Tak hanya dalam aspek ketenagakerjaan, PT MCM dan PT TAS juga aktif dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu bentuk konkret CSR mereka adalah penyaluran dana sebesar Rp675 juta untuk pembangunan masjid di Kampung Pelangi.
Lurah Tondonggeu, Sovian yang turut memantau perkembangan di lapangan, mengonfirmasi bahwa kemacetan memang sempat terjadi. Namun, ia mengapresiasi langkah cepat pihak perusahaan dalam menangani permasalahan tersebut.
“Tadi kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, dan mereka langsung merespons keluhan masyarakat. Dengan bantuan pihak berwenang, kemacetan berhasil diurai, dan jalan sudah kembali normal,” jelas Sovian.
Selain itu, Sovian juga memberikan apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam memberdayakan masyarakat dan menyalurkan CSR untuk kepentingan umum.
“Kami berterima kasih karena masyarakat sekitar diberikan kesempatan bekerja di perusahaan. Selain itu, bantuan CSR yang telah diberikan juga sangat bermanfaat bagi pembangunan di wilayah ini,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar