SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Ekobis

PT MCM dan PT TAS Salurkan CSR di Tondonggeu, Bangun Masjid Senilai Rp675 Juta

IMG 20250212 WA0055
PT MCM dan PT TAS Salurkan CSR di Tondonggeu, Bangun Masjid Senilai Rp675 Juta. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat lingkar tambang, PT Modern Cahaya Makmur (MCM) dan PT Tiara Abadi Sentosa (TAS) menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan masjid di Kampung Pelangi, Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari. Bantuan yang disalurkan mencapai Rp675 juta.

Lurah Tondonggeu, Sovian, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Masyarakat sekitar diberdayakan dengan dipekerjakan di perusahaan. Selain itu, PT TAS dan PT MCM juga menyalurkan CSR sebesar Rp675 juta untuk membantu pembangunan masjid di Kampung Pelangi,” ujar Sovian.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT MCM, Scalping, menegaskan bahwa penyaluran CSR ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat.

“Ini adalah kewajiban kami sesuai dengan amanat Undang-Undang Minerba terkait Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Oleh karena itu, kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk merealisasikan komitmen tersebut,” ungkap Scalping usai penyaluran dana PPM.

Ia juga menambahkan bahwa program PPM yang dijalankan perusahaan tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyesuaikan dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat lingkar tambang.

“Program ini lahir dari usulan masyarakat. Mereka menginginkan bantuan dalam empat aspek utama, yakni pembangunan sarana ibadah, penerangan jalan, pembangunan jalan usaha tani, dan pemberian insentif untuk guru mengaji. Ini sejalan dengan program desa, sehingga kami bisa bersinergi dengan pemerintah setempat,” jelasnya.

Selain di Kelurahan Tondonggeu, PT MCM juga menyalurkan program CSR di Kelurahan Watundohoa, Desa Wonua Morome, dan Desa Sonai. Perusahaan berkomitmen untuk terus memberdayakan masyarakat lokal, termasuk dengan merekrut tenaga kerja dari daerah sekitar.

“Kami memastikan bahwa setidaknya 70 persen tenaga kerja di perusahaan berasal dari masyarakat lingkar tambang. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkas Scalping.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement